BKN: Penerapan WFH Dampak Ketegangan Global
- 11 Apr 2026 20:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah dalam rangka menghemat energi di tengah gejolak harga minyak dunia.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ri, Prof Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kebijakan WFH tidak hanya untuk ASN nanun juga pihak swasta didorong untuk menerapkan WFH.
"Penerapan WFH ini dampak dari perang global. Jadi begini, negara akan maju jika tercukupi tiga hal yakni air, pangan, dan energi. Kalau Selat Hormuz ditutup maka sebagian energi ke Indonesia akan terganggu," ujar Prof Zudan, Sabtu (11/4/2026).
Prof Zudan menegaskan bahwa penerapan WFH dalam rangka hemat energi seperti hemat listrik dan bahan bakar minyak atau BBM. Penghematan itu menjadi langkah bijaksana saat perang antara Iran vs Amerika dan Israel berlangsung.
"Kita harus hemat, tentunya ini menjadi langkah bijaksana kita ya. Jangan membeli terlalu banyak, daj jangan boros juga ya," imbuhnya.
Menurutnya, penerapan WFH justru bisa meningkatkan produktivitas kerja meningkat, karena tidak menghabiskan waktu untuk berangkat dan pulang bekerja dari kantor.
"Produktivitas justru meningkat ya, karena gak perlu membuang waktu berangkat dan pulang kantor, dari sisi pengeluaran transportasi juga lebih hemat," tegasnya.
Katanya, di BKN, Work From Home sudah diberlakukan sejak satu tahun yang lalu. Selama penerapan WFH, pegawai BKN rata-rata bisa menghemat hingga Rp92 ribu per harinya.
"Sudah setahun lebih kami WFH. kalau dulu namanya WFA ya. Dan kami di kantor bisa menghemat listrik, air, telepon, termasuk biaya makan minum tamu," ujarnya.
WFH diberlakukan hanya untuk sektor tertentu karena ada sebagian sektor yang tidak bisa menerapkan kebijakan WFH seperti kesehatan, rumah sakit, yang menangani transportasi perhubungan, keamanan dan ketenteraman.
"Yang bisa WFH ini hanya yang menangani administrasi seperti BKPSDM dan sejenisnya. Kalau untuk layanan kesehatan, pelayanan transportasi, itu gak bisa," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....