Kepala BKN: Daerah Harus Gunakan Manajemen Talenta
- 11 Apr 2026 07:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mendorong pemerintah daerah untuk menggunakan manajemen talenta untuk memilih pejabat yang tepat.
"Manajemen talenta itu instrumen yang banyak digunakan oleh negara negara maju. Indonesia mengawali dari 2016 di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan dilanjutkan 2025 oleh BKN," ujar Prof Zudan, Jumat (10/4/2026).
Prof Zudan mengemukakan, BKN telah melakukan percepatan-percepatan untuk melakukan upaya memilih pejabat secara cepat, tepat, dan akurat dan lebih efisien menggunakan instrumen manajemen talenta.
"Manajemen talenta itu adalah instrumen agar kepala daerah, para menteri bisa mencari kader terbalik untuk mewujudkan visi misi daerah, visi misi Presiden," bebernya.
Di Indonesia manajemen talenta telah digunakan sejak 2016 dan diterapkan awal di Komisi ASN yang telah menghasilkan 42 lembaga selama delapan tahun. Dan di 2025 BKN melanjutkan hingga saat ini dan telah menghasilkan 163 lembaga.
"Kita terus lakukan perbaikan sistem, kita lakukan pembenahan secara sistemik sehingga lebih mudah, lebih cepat dan lebih aplikatif," bebernya.
Prof Zudan menegaskan bahwa manajemen talenta ini sangat tepat digunakan pemerintah daerah, untuk memilih pejabat lebih tepat, efektif dan efisien serta untuk menghindari "like and dislike" efek domino dari Pilkada.
"Bagi daerah, ini sangat baik digunakan untuk memilih pejabat lebih tepat dan menghindari like and dislike. Transparansi menjadi kekuatan dalam manajemen talenta ini. Gak ada lagi open bidding," ungkapnya.
Ia mencontohkan ketika ada kekosongan jabatan Kepala Bakesbangpol. Maka bupati beserta wakilnya tidak perlu melakukan open biding karena pejabat yang akan menempati posisi itu sudah tersedia dalam sembilan box.
"Pemerintah sudah melakukan pemetaan kinerja dan potensi pejabat. Ketika ada jabatan yang kosong, pemimpin atau komite talenta bisa memilih kader terbaik yang ada di box sembilan, dan ini akan menghilangkan like and dislike," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Situboondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku telah menerapkan manajemen talenta untuk memetakan kinerja dan potensi agar dapat memilih pejabat yang tepat dan bekerja sesuai visi dan misi kepala daerah.
"Kita sudah menggunakan instrumen manajemen talenta. Akan terus kita terapkan untuk melakukan percepatan dalam memilih pejabat yang tepat, cepat dan tentunya efisien," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....