Papua Barat Incar Investasi Rp7 Triliun dari Delegasi Investor Tiongkok
- 10 Apr 2026 06:59 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menggelar pertemuan strategis bersama Madam Gou dan delegasi investor Tiongkok guna membahas peluang kerja sama investasi di berbagai sektor unggulan daerah. Pertemuan berlangsung di Ruang Rosse, Restaurant Jia, Hotel Shangri-La, Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur memaparkan potensi Papua Barat yang terbuka untuk investasi, meliputi sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan hingga minyak dan gas bumi (migas). Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga mendorong pengembangan industri ethanol berbasis singkong sebagai bagian dari hilirisasi sektor pertanian.
“Papua Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, mulai dari kelautan, perikanan hingga energi. Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk bersama-sama membangun daerah ini,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Pemprov Papua Barat juga menawarkan kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan peningkatan layanan kesehatan. Dari sisi infrastruktur, pengembangan Bandara Rendani Manokwari, menjadi salah satu prioritas yang diharapkan mendapat dukungan investasi, setelah tertunda selama kurang lebih enam tahun.
Menanggapi hal tersebut, Madam Gou bersama delegasi investor Tiongkok menyampaikan minat awal untuk mendukung pengembangan Bandara Rendani dengan estimasi investasi sekitar Rp7 triliun, yang direncanakan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok. Namun, realisasi investasi tersebut tetap mempertimbangkan kondisi geopolitik global dan stabilitas nilai tukar.
“Pengembangan Bandara Rendani menjadi salah satu proyek yang menarik bagi kami, dengan potensi investasi yang cukup besar, namun tetap akan kami kaji lebih lanjut sesuai kondisi global,” ujarnya.
Selain infrastruktur, pihak investor juga menawarkan kerja sama di bidang teknologi, termasuk pengolahan sampah dan pengembangan telekomunikasi berbasis satelit. Delegasi Tiongkok turut mengundang Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk berpartisipasi dalam forum ekonomi regional yang akan digelar di Shanghai pada Mei 2026.
Dalam pertemuan itu, sejumlah kepala perangkat daerah turut memaparkan potensi teknis, mulai dari sektor kelautan, pertambangan, energi terbarukan hingga penguatan jaringan telekomunikasi. Termasuk rencana pengembangan Bandara Rendani dengan panjang landasan pacu mencapai 2.500 meter dan pembangunan tiga garbarata.
Selain itu, dibahas pula potensi blok migas yang belum beroperasi serta rencana pelelangannya. Pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas cold storage guna mendukung ekspor hasil perikanan ke Tiongkok melalui Shanghai, yang membutuhkan sertifikasi dari otoritas setempat.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan pertemuan lanjutan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026. Agenda tersebut meliputi promosi potensi investasi daerah, penjajakan kerja sama lanjutan, serta kunjungan kerja ke pabrik pengolahan sampah untuk mendukung transfer teknologi.
Pemerintah Provinsi Papua Barat juga diminta menyiapkan proposal proyek strategis, khususnya di sektor bandara dan telekomunikasi, sebagai bahan tindak lanjut kerja sama investasi ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....