BMKG Ungkap Perubahan Pola Iklim, Waspadai Peralihan ke Kemarau Kering
- 09 Apr 2026 15:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Perubahan pola iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika cuaca yang semakin kompleks, termasuk peralihan dari kemarau basah menuju potensi kemarau kering akibat El Nino. Kondisi ini menuntut adaptasi masyarakat terhadap perubahan yang terjadi secara cepat.
Kepala BMKG Kertajati Majalengka, Muhammad Syifa’ul Fuad Alhamidi, menjelaskan bahwa perubahan pola cuaca menjadi indikator penting dalam memprediksi fenomena iklim. Salah satunya adalah perbandingan suhu muka laut di berbagai wilayah.
“Kami memantau suhu muka laut, ketika perairan Indonesia lebih dingin dibandingkan wilayah lain, itu menjadi indikator terjadinya El Nino,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 7 April 2026. Ia menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan.
Selain itu, pengukuran curah hujan juga menjadi indikator utama dalam menentukan kondisi iklim. Data tersebut dibandingkan dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun.
“Jika curah hujan berada jauh di bawah normal, maka itu menunjukkan adanya pengaruh El Nino terhadap kondisi iklim,” katanya. Ia menegaskan bahwa verifikasi data terus dilakukan.
Menurutnya, perubahan dari kondisi kemarau basah ke kemarau kering merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Adaptasi menjadi hal yang tidak bisa dihindari.
Ia juga menilai bahwa dinamika iklim yang cepat menuntut kesiapan informasi yang akurat. BMKG terus memperbarui data sebagai dasar prediksi.
Dengan pemantauan yang intensif, diharapkan informasi yang diberikan dapat membantu masyarakat. Langkah ini penting dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dinamis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....