BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Tekan Produksi Pertanian dan Ekonomi Daerah
- 09 Apr 2026 10:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Dampak fenomena El Nino tidak hanya dirasakan pada sektor cuaca, tetapi juga berpotensi mempengaruhi sektor pertanian dan perekonomian masyarakat. Hal ini terutama dirasakan di wilayah yang bergantung pada curah hujan untuk aktivitas pertanian.
Kepala BMKG Kertajati Majalengka, Muhammad Syifa’ul Fuad Alhamidi, menyampaikan bahwa sebagian besar lahan pertanian di wilayah Ciayumajakuning masih mengandalkan air hujan. Kondisi ini membuat sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim.
“Sebagian besar sawah di wilayah ini adalah tadah hujan, sehingga ketika curah hujan berkurang, dampaknya akan sangat terasa bagi petani,” ujarnya, kepada RRI Selasa, 7 April 2026. Ia menilai hal ini dapat berimbas pada penurunan hasil produksi.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa El Nino meskipun dalam skala lemah tetap berdampak terhadap produktivitas pertanian. Hal ini menjadi indikator penting bahwa dampak El Nino tidak bisa diabaikan.
“El Nino sebelumnya saja sudah berdampak pada penurunan produksi, apalagi jika intensitasnya meningkat,” katanya. Ia menekankan pentingnya kesiapan sektor pertanian.
Selain itu, dampak terhadap pertanian juga akan berpengaruh pada sektor ekonomi daerah. Penurunan hasil panen berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti bahwa kekeringan dapat memicu masalah lanjutan seperti meningkatnya harga pangan. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.
Dengan potensi dampak tersebut, diperlukan strategi adaptasi di sektor pertanian. Pengelolaan air dan pola tanam menjadi langkah penting dalam menghadapi kondisi ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....