Edufair Bali Nusra 2026, Ruang Literasi dan Peta Masa Depan Pelajar NTB

  • 09 Apr 2026 10:30 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Edufair Bali Nusra 2026
  • Literasi
  • Pelajar NTB

RRI.CO.ID, Mataram - Education Fair (Edufair) Bali Nusra 2026 digelar di Gramedia Mataram pada 9–11 April 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian edufair kawasan Bali dan Nusa Tenggara yang diarahkan untuk memperluas wawasan pendidikan sekaligus mendorong penguatan literasi generasi muda di Nusa Tenggara Barat.

Diselenggarakan oleh Tribun Lombok bekerja sama dengan Gramedia, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda. Mulai dari talkshow selama tiga hari, lomba English Speech pada 9 dan 11 April, hingga kompetisi video pendek yang telah berlangsung sejak 2 April lalu.

Ketua Dekranasda NTB yang juga Bunda Literasi, Sinta M. Iqbal, menilai edufair semacam ini penting untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah. Ia menyebut isu literasi kini kian mendapat perhatian, meski gerakannya belum sepenuhnya masif.

“Banyak gerakan literasi justru tumbuh dari komunitas secara organik. Ini patut diapresiasi, tetapi juga menunjukkan masih perlunya penguatan secara lebih luas,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Sinta, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, hingga mengekspresikan informasi menjadi sesuatu yang bernilai. Karena itu, kegiatan seperti lomba pidato dan video pendek dinilai sebagai bagian dari proses literasi yang lebih utuh.

Ia juga mengingatkan pelajar, khususnya kelas 10 dan 11, agar tidak menentukan pilihan pendidikan semata-mata berdasarkan tren. “Kenali diri sendiri, minat, dan kemampuan. Masa depan membutuhkan kesiapan, bukan sekadar ikut arus,” katanya.

Bisnis Manager Tribun Lombok, Meiwanda, mengatakan edufair ini dirancang sebagai jembatan informasi bagi pelajar untuk mengenal berbagai pilihan perguruan tinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. “Kami ingin membuka perspektif bahwa peluang pendidikan itu luas, sekaligus mendorong generasi muda NTB agar mampu bersaing di era digital,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Bowo Susatyo, menyoroti capaian literasi di daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan asesmen nasional dan rapor pendidikan, capaian literasi jenjang SMA dan SMK di NTB masih berada di bawah 50 persen.

“Ini tantangan bersama. Kegiatan seperti edufair relevan karena tidak hanya mendorong literasi membaca, tetapi juga literasi digital melalui aktivitas kreatif,” katanya.

Sekitar 50 pelajar dari SMA dan SMK se-Pulau Lombok mengikuti kegiatan ini. Ke depan, penyelenggara berharap edufair serupa dapat diperluas hingga Pulau Sumbawa agar dampaknya lebih merata.

Mengusung tema “Smart Generation, Smart Future”, Edufair Bali Nusra 2026 diharapkan menjadi ruang inspirasi sekaligus pijakan awal bagi pelajar NTB dalam merancang masa depan yang lebih terarah dan kompetitif.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....