Pendaki Asal Bulgaria Terjatuh di Jalur Torean Rinjani
- 04 Apr 2026 18:02 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pendaki Bulgaria
- Gunung Rinjani
- Jalur Torean
- Taman Nasional Gunung Rinjani
RRI.CO.ID, Mataram - Seorang pendaki asal Bulgaria dilaporkan terjatuh di jalur pendakian Torean, kawasan Gunung Rinjani, Sabtu, 4 April 2026. Pendaki tersebut kini dalam kondisi selamat setelah mendapatkan penanganan di shelter Pelawangan Sembalun.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, korban hanya mengalami cedera ringan pada bagian kaki.
“Yang kami monitor hanya terkilir dan sudah ditangani di shelter Pelawangan Sembalun,” ujar Budhy saat dikonfirmasi, Sabtu.
BTNGR belum merinci identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian. Hingga saat ini, tim di lapangan masih melakukan pemantauan terhadap kondisi pendaki tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah tingginya aktivitas pendakian setelah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani resmi dibuka kembali pada 1 April 2026. Sebelumnya, kawasan ini ditutup sejak awal tahun untuk pemulihan ekosistem.
Sejak pembukaan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi E-Rinjani pada 6 Maret 2026, kuota pendakian untuk empat hari pertama langsung habis terjual. Data BTNGR menunjukkan jumlah pendaki relatif stabil setiap hari, dengan dominasi wisatawan domestik.
Pada 1 April, tercatat 219 pendaki melakukan reservasi, terdiri dari 181 wisatawan nusantara dan 38 wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut meningkat tipis pada 2 April menjadi 222 pendaki, dengan komposisi 189 wisatawan domestik dan 33 mancanegara.
Jumlah serupa juga tercatat pada 3 April, yakni 222 pendaki, sebelum menurun menjadi 207 pendaki pada 4 April. Data tersebut merupakan akumulasi dari enam pintu masuk resmi, yaitu Sembalun, Timbanuh, Torean, Senaru, Aik Berik, dan Tetebatu.
Menurut Budhy, jalur Sembalun masih menjadi favorit pendaki. “Yang full dan ramai peminat tetap jalur Sembalun,” kata dia.
BTNGR mengimbau para pendaki untuk mematuhi prosedur keselamatan dan aturan yang telah ditetapkan. Selain demi keselamatan, kepatuhan tersebut juga penting untuk menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Rinjani.
Penutupan rutin setiap awal tahun, kata Budhy, menjadi bagian dari upaya konservasi agar daya dukung lingkungan tetap terjaga di tengah meningkatnya minat pendakian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....