Ramai dan Produktif, Pasar Ramadan UMP 2026 Catat Omzet Miliaran Rupiah

  • 02 Apr 2026 21:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Gelaran Pasar Ramadan 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mencatat hasil menggembirakan. Selain menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk berburu takjil, kegiatan ini mampu mencatatkan omzet hingga miliaran rupiah.

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai tingginya nilai transaksi menjadi indikator bahwa ekosistem ekonomi di lingkungan kampus berjalan dengan baik dan produktif.

“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Nilai transaksi yang mencapai miliaran rupiah menunjukkan ekosistem ekonomi di lingkungan kampus tumbuh sehat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Kamis (2/4/2026).

Rektor menegaskan bahwa UMP terus berkomitmen mendukung dan membina pelaku UMKM agar dapat berkembang melalui pendampingan berkelanjutan.

“UMP konsisten mendukung, memfasilitasi, dan membina UMKM agar dapat "naik kelas" melalui pendampingan berkelanjutan,” kata Rektor.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan UMP. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran, salah satunya melalui kompetisi tenant dengan transaksi QRIS terbanyak.

“Kami mengapresiasi semangat para pedagang. Penghargaan ini menjadi upaya mendorong penggunaan QRIS secara lebih luas di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga Februari 2026, transaksi QRIS di wilayah Banyumas Raya tumbuh signifikan hingga 298 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan ini didorong berbagai program edukasi dan promosi yang dilakukan BI, seperti QRIS Goes to Campus, QRIS Jelajah Budaya, dan Pekan QRIS.

“Penggunaan QRIS di Pasar Ramadan UMP menjadi contoh nyata bagaimana teknologi mempermudah transaksi, khususnya di sektor ekonomi kreatif,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto memberikan penghargaan kepada tiga pedagang dengan transaksi QRIS terbanyak. Mereka adalah Yogi (Basreng Sultan), Fina Herlinawati (Fina Food), dan Rasono (Siomay).

Salah satu pemenang, Fina Herlinawati, mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMP itu mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usahanya.

“Saya sangat senang. Ini menjadi semangat untuk terus berjualan, meski harus membagi waktu antara produksi, promosi, dan mengerjakan skripsi,” ucap Fina, yang berstatus sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Sipil S1 UMP itu.

Ia menilai penggunaan QRIS sangat membantu usahanya, terutama karena kemudahan transaksi tanpa uang tunai. Selain itu, ia juga merasakan kemudahan dalam pencatatan keuangan karena seluruh transaksi terekam secara otomatis.

“Sekarang orang jarang membawa uang tunai. Dengan QRIS, pembayaran jadi lebih praktis hanya dengan scan kode,” kata Fina.

Penghargaan dari BI Purwokerto ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM lainnya, khususnya di lingkungan UMP, untuk lebih adaptif terhadap teknologi digital guna memperkuat kemandirian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....