ASDP: Sistem Tiket Online Sudah Ada sejak 2024
- 02 Apr 2026 04:34 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID Sabang - Sistem pembelian tiket online untuk penyeberangan lintas Sabang sebenarnya sudah diperkenalkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry sejak akhir tahun 2024. Meskipun baru diberlakukan secara penuh dan tanpa pengecualian mulai 1 April 2026, program digitalisasi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan lama yang sempat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh Andri Setiawan menjelaskan bahwa sejak dua tahun lalu pihaknya sudah mulai membiasakan pengguna jasa dengan sistem digital. Namun demikian, lanjutnya, dalam perjalanannya masa transisi diberikan agar masyarakat dan pelaku usaha transportasi memiliki waktu untuk beradaptasi dengan teknologi baru tersebut.
Dahulu penjualan tiket secara manual masih dibuka dalam porsi terbatas terutama untuk melayani kendaraan pengangkut logistik. Hal itu dilakukan karena masih banyak pengguna jasa yang terkendala akses pembayaran non-tunai serta pemahaman mengenai aplikasi pemesanan.
"Mulai hari ini seluruh pembelian tiket kembali diberlakukan secara online tanpa pengecualian sesuai dengan sistem yang sudah kita bangun sejak 2024," ujar Andri Setiawan Rabu 1 April 2026.
Diterangkan, upaya ini diambil sebagai bagian dari komitmen ASDP dalam menata sistem layanan di pelabuhan agar lebih transparan dan efisien. Dengan kembalinya pemberlakuan sistem online secara keseluruhan, diharapkan tidak ada lagi penumpukan penumpang yang tidak terdata dalam sistem manifestasi.
"Kini masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan melalui situs resmi Trip.ferizy.com sebelum tiba di area pelabuhan. Bagi calon penumpang yang kesulitan petugas di lapangan tetap bersedia membantu proses pendaftaran melalui perangkat pribadi masing-masing penumpang," terangnya.
Tambahnya, cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi dilakukan secara mandiri oleh pengguna jasa guna menghindari praktik percaloan. Data yang masuk ke dalam sistem pun menjadi lebih akurat karena sesuai dengan identitas asli si pemilik tiket.
“Petugas kami hanya membantu mengarahkan tata cara pembelian bukan melakukan transaksi di perangkat mereka. Ini sangat penting agar tidak ada persepsi bahwa petugas menjadi perantara atau calo” kata Andri menjelaskan teknis di lapangan.
Penerapan penuh sistem yang telah dirintis sejak 2024 ini juga memberikan kepastian keberangkatan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh. Melalui sistem digital jadwal keberangkatan kapal menjadi lebih teratur dan beban antrean di dermaga dapat berkurang secara signifikan.
Pihak ASDP berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung penuh digitalisasi layanan ini demi kemajuan transportasi laut di Aceh, khususnya Sabang. Transformasi menuju sistem online ini dianggap sebagai langkah mutlak dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern dan akuntabel di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....