Buaya Serang Bocah di Bengalon, Korban Meninggal

  • 01 Apr 2026 18:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang bocah berusia 10 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya di Sungai Jembatan 6 Kudung, RT 13/4 Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Senin 30 Maret 2026.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA saat korban, Muhamad Isam, sedang mandi bersama teman-temannya di sungai yang dikenal rawan kemunculan buaya.

Berdasarkan data yang disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menjelaskan korban saat itu tengah berenang di bagian pinggir sungai dengan kondisi air yang relatif dangkal bersama beberapa rekannya, Saat kejadian, korban bersama tiga temannya sedang mandi di sungai. Tiba-tiba korban berteriak meminta tolong.

Salah satu saksi, Julkifli (13), sempat berusaha menolong korban dengan menarik tangannya. Namun upaya tersebut gagal karena kuatnya tarikan buaya yang menyeret korban ke tengah sungai, Saksi sempat memegang tangan korban, tetapi tidak kuat. Bahkan kaki saksi sempat tersambar ekor buaya hingga akhirnya menyelamatkan diri ke daratan.

Saksi lainnya, Alfatar (10), segera meminta bantuan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Sekitar pukul 17.30 WITA, warga melihat buaya masih membawa korban di mulutnya. Melihat kesempatan, warga melempar tombak ke arah buaya hingga akhirnya korban terlepas, Korban kemudian dievakuasi oleh warga dan dibawa ke rumah sebelum dilarikan ke Puskesmas Km 110.

Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman Muslim Gunung Kudung pada hari yang sama.

lokasi kejadian sebenarnya sudah dikenal sebagai kawasan rawan serangan buaya. Bahkan, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2025.

Di sekitar jembatan juga telah dipasang plang larangan mandi karena adanya binatang buas, namun masih ada warga yang beraktivitas di sungai tersebut.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mematuhi larangan yang telah dipasang guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....