Bocah Anggana Tewas setelah Diterkam Buaya Mahakam
- 31 Mar 2026 11:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya di Sungai Mahakam, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam peristiwa kondisi membahayakan manusia (KMM).
Korban diketahui bernama Muhammad Abidzhar Junior, warga Jalan Junjung Buih RT 02, Desa Kutai Lama. Dalam kejadian tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang akibat serangan buaya.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan menerima informasi penemuan korban pada pukul 19.50 waktu setempat. Tim kemudian segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung cepat setelah tim tiba di lokasi. Pada pukul 20.00, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°34'37.63"S 117°19'38.88"E, sekitar 1,57 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir, katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, ucapnya.
Selanjutnya, pada pukul 20.10, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing serta melanjutkan kesiapsiagaan, ujar Muriono.
Dalam operasi tersebut, berbagai peralatan dikerahkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi. Di antaranya truck personil, rescue car, rubber boat Basarnas, rubber boat Samarinda, rubber boat Damkar Anggana, hingga speedboat milik Polair Polda, kata dia.
Selain itu, turut digunakan ketinting milik warga, peralatan SAR air, peralatan selam, peralatan komunikasi, serta peralatan medis guna menunjang kelancaran operasi pencarian dan evakuasi korban, ucapnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Satpolair Polda Kaltim, Satpolair Polres Kutai Kartanegara, PMI Anggana, Dishub Kukar, hingga relawan dan masyarakat setempat, ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala seperti arus sungai yang deras serta potensi ancaman dari binatang buas seperti buaya. Meski demikian, operasi tetap berjalan lancar dengan kondisi cuaca cerah berawan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar Sungai Mahakam, terutama di wilayah yang dikenal sebagai habitat buaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....