Banyuwangi Gelar Koin Wangi Jaring Inovasi
- 06 Mar 2026 20:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Program yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ini bertujuan mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang dapat menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.
Kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membangun ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Banyuwangi sendiri selama ini dikenal sebagai daerah yang aktif melahirkan berbagai inovasi di berbagai sektor.
Sejak 2018, Banyuwangi bahkan delapan kali berturut-turut meraih predikat Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
“Ajang ini bukan sekadar lomba, namun ruang kolaborasi untuk melahirkan ide-ide kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Ipuk, Jum'at, 6 Maret 2026.
Ipuk menjelaskan, Koin Wangi dirancang sebagai wadah untuk menjaring talenta inovatif dari berbagai kalangan. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul berbagai gagasan baru yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
“Ini sebagai upaya membangun ekosistem inovasi yang inklusif, di mana setiap gagasan, sekecil apa pun, memiliki ruang untuk tumbuh dan dikembangkan,” ujar Ipuk.
Selama ini Banyuwangi telah menggulirkan berbagai inovasi di beragam sektor, mulai dari pelayanan publik, pariwisata, pendidikan, administrasi kependudukan, kesehatan, hingga ekonomi dan sosial budaya.
Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Koin Wangi terbuka bagi individu maupun kelompok yang beranggotakan maksimal tiga orang. Peserta dapat berasal dari ASN, masyarakat ber-KTP Banyuwangi, maupun kalangan pengajar dan dosen.
“Pendaftaran dibuka mulai Sabtu, 1 Maret 2026 hingga Jumat, 28 Maret 2026,” ujar Suyanto yang akrab disapa Yayan.
Ia menjelaskan, terdapat dua kategori inovasi yang dilombakan, yakni inovasi digital dan inovasi non-digital. Ruang lingkup inovasi meliputi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pertanian, pariwisata, serta bidang lain yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Penilaian kompetisi akan dilakukan melalui seleksi proposal dan pemaparan ide di hadapan dewan juri. Tim juri berasal dari unsur birokrasi, akademisi, serta praktisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....