Dinas Peternakan Dorong Potensi Sei Babi Desa Bolok

  • 27 Feb 2026 14:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar pelatihan pengolahan Sei Babi bagi warga Desa Bolok, Kabupaten Kupang, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengawas Mutu Pakan, Yohanes Bayu Antariksa, yang menyatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap program One Village One Product (OVOP).

“Desa Bolok memiliki potensi besar karena banyak masyarakatnya merupakan peternak babi. Kami melihat Sei sebagai makanan khas NTT yang punya peluang pasar yang luas dan bisa menjadi oleh-oleh unggulan daerah,” ucap Yohanes saat ditemui RRI.CO.ID, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Yohanes, program pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga warga Desa Bolok dapat menguasai seluruh proses pembuatan Sei Babi sesuai standar mutu. Seluruh peralatan produksi disiapkan oleh Dinas Peternakan untuk memudahkan peserta mempraktikkan teknik pengolahan dengan baik.

“Kami menekankan agar teknik pengolahan Sei Babi mengikuti standar higienis dan mutu, mulai dari pemilihan daging, pemberian bumbu, pengasapan, hingga pengemasan,” ucap Yohanes.

Pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dari hanya menjual ternak hidup menjadi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah. Dengan produk olahan yang siap jual, warga Desa Bolok dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas peluang usaha.

Pelatihan diikuti puluhan warga yang mayoritas adalah peternak babi dan pelaku usaha rumahan. Para peserta belajar mulai dari tahap pemotongan daging, pemberian bumbu, pengasapan, hingga pengemasan produk. Yohanes berharap metode ini membuat peserta lebih cepat menguasai teknik dan kualitas produk Sei Babi menjadi seragam.

Selain dari sisi teknik produksi, Yohanes juga menyoroti keuntungan strategis Desa Bolok, terutama keberadaan Pelabuhan Bolok yang membuka akses pasar lebih luas. Menurutnya, branding Bolok sebagai lokasi pelabuhan dan sentra peternakan babi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan Sei Babi sebagai kuliner khas Nusa Tenggara Timur.

Yohanes Bayu Antariksa berharap, dengan sinergi antara pemerintah desa, Dinas Peternakan, dan masyarakat, Desa Bolok dapat berkembang menjadi sentra Sei Babi berkualitas dan berdaya saing tinggi. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi desa dan promosi kuliner lokal ke pasar lebih luas. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....