DKUKMP Banyumas Pastikan Harga Sembako Terkendali Selama Ramadan

  • 25 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas memastikan kondisi harga kebutuhan pokok selama Ramadan relatif terkendali meski sempat terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas. Hal tersebut disampaikan Penguji Mutu Barang DKUKMP Kabupaten Banyumas, Choliq Satrio.

Choliq mengatakan menjelang Ramadan hingga awal bulan puasa, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional. Meskipun dalam dua hari belakangan ini juga sempat mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan.

“Menjelang Ramadan memang ada kenaikan di beberapa komoditas. Di awal Ramadan sempat naik lagi, tapi dua hari terakhir sudah mulai turun,” ucapnya.

Choliq menyebut di Pasar Wage harga daging ayam ras dan telur ayam ras pada 5 Februari tercatat masing-masing Rp37 ribu dan Rp27 ribu per kilogram. Sementara harga cabai sempat menyentuh Rp98 ribu per kilogram pada Jumat lalu, kemudian turun menjadi Rp78 ribu pada Senin dan kembali turun di kisaran Rp70 ribu pada Selasa.

Menurutnya, pemantauan harga dilakukan melalui dua mekanisme, pertama, pemantauan langsung oleh petugas di lapangan. Kedua, melalui aplikasi Sigaukmas yang diinput setiap pagi oleh petugas di 25 pasar di Banyumas.

“Dari aplikasi itu kami bisa memantau perkembangan harga setiap hari. Data tersebut juga terbuka dan bisa diakses masyarakat,” katanya, menjelaskan.

Selain memantau harga, DKUKMP bersama Satuan Tugas Saber melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, toko modern, hingga distributor. Sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran seperti penimbunan, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET), maupun peredaran barang yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami cek makanan kaleng yang kemasannya rusak atau penyok, kemasan bocor, serta potensi pelanggaran lainnya. Alhamdulillah sejauh ini belum ditemukan kecurangan,” katanya.

Dari sisi ketersediaan stok, Choliq memastikan sejumlah komoditas utama dalam kondisi surplus, seperti beras, gula, dan tepung. Namun, untuk cabai dan bawang merah, Banyumas masih bergantung pada pasokan dari luar daerah sehingga rentan terhadap fluktuasi harga, terutama dipengaruhi faktor cuaca dan harga di daerah pemasok.

“Selain cabai dan bawang merah, insya Allah relatif aman. Stok cukup,” ujarnya.

Maka dari itu, DKUKMP mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau berbelanja secara berlebihan. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga hingga Idulfitri.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi praktik perdagangan. Jika menemukan indikasi penimbunan, pengoplosan, atau penjualan di atas HET, masyarakat dapat melapor melalui layanan pengaduan di nomor 0811 2626 116.

“Kami harap masyarakat belanja secara bijak, secukupnya. Jangan sampai hanya memindahkan barang dari pasar ke kulkas lalu ke tempat sampah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....