Harga Cabai Turun, Pedagang di Banyumas Nilai Kondisi Pasar Kian Stabil

  • 10 Jul 2026 21:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: RRI.CO.ID, Banyumas: Harga cabai di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya hasil panen yang didukung kondisi cuaca yang baik menjadi faktor utama turunnya harga, sehingga kondisi pasar dinilai lebih stabil oleh para pedagang.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang cabai di Pasar Manis Purwokerto, Mubi menjelaskan bahwa cuaca yang mendukung membuat hasil panen cabai meningkat dibandingkan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, hujan dan cuaca ekstrem menyebabkan banyak tanaman cabai rusak sehingga pasokan terbatas.

“Nah, ini panennya bagus, cuaca bagus. Waktu dulu kan hujan deras, petir, barangnya itu rusak semua jadi panennya tidak maksimal”, ujarnya.

Cabai rawit merah menjadi salah satu jenis cabai yang mengalami penurunan harga cukup signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp70.000 per kilogram, kini harganya turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Melimpahnya hasil panen membuat pasokan di pasaran meningkat dan mendorong harga menjadi lebih stabil.

Mubi juga menyatakan bahwa dengan harga yang lebih terjangkau, pembayaran kepada pemasok tidak lagi sebesar saat harga cabai tinggi. Kondisi tersebut turut mengurangi risiko kerugian akibat cabai yang tidak terjual dan membusuk.

“Kalau murah kayak gini, saya membayar ke pemasok juga tidak terlalu berat. Kalau mahal harganya kan notanya banyak membengkak, tidak dapat menutup modal”

Perubahan harga cabai dipengaruhi oleh meningkatnya hasil panen yang membuat pasokan di pasaran lebih melimpah. Kondisi tersebut mendorong terjadinya penyesuaian harga setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan akibat terbatasnya hasil panen.

Saat ini, harga cabai dinilai telah berada pada kisaran yang wajar. Bagi pedagang, kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli lebih mudah dijalankan karena kebutuhan modal tidak sebesar ketika harga cabai berada pada level tinggi, sementara petani masih memperoleh harga jual yang dinilai layak. (Aisyananda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....