Jumlah Koperasi di Banyumas Tembus Seribu, DKUKMP Dorong Peningkatan Kualitas
- 13 Jul 2026 13:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk terus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Di tengah meningkatnya jumlah koperasi dari tahun ke tahun, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan kualitas kelembagaan dan tata kelola koperasi.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, R. Alvian Hariantono, SE, mengatakan perkembangan koperasi di Banyumas menunjukkan tren yang positif, terutama dari sisi jumlah. Menurutnya, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang menambah sebanyak 331 koperasi baru.
Selain itu, kemudahan pendirian koperasi setelah diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja juga mendorong masyarakat lebih mudah membentuk koperasi.
"Sekarang pendirian koperasi cukup dengan sembilan orang. Proses perizinannya juga lebih sederhana dan dapat diurus melalui sistem Online Single Submission (OSS), sehingga jumlah koperasi terus bertambah," ujarnya.
Alvian menjelaskan, berdasarkan data terbaru terdapat sebanyak 730 koperasi aktif di Kabupaten Banyumas di luar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan tambahan 331 koperasi baru tersebut, jumlah koperasi di Banyumas kini telah menembus lebih dari seribu unit.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah koperasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pengelolaan agar koperasi mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan. "Tugas kami sekarang bukan hanya menambah jumlah koperasi, tetapi bagaimana kualitasnya juga meningkat," katanya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi koperasi di Banyumas. Mulai dari peningkatan kapasitas pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi, keterbatasan akses permodalan, hingga kemampuan menyusun laporan keuangan sesuai standar yang masih menjadi kendala di banyak koperasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DKUKMP Kabupaten Banyumas secara rutin menyelenggarakan berbagai program pembinaan, pendidikan, dan pelatihan bagi koperasi. Program tersebut disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis koperasi agar materi yang diberikan lebih tepat sasaran.
"Kami mengelompokkan koperasi berdasarkan jenis usahanya, kemudian memberikan pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing. Setiap tahun selalu ada program pendidikan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas pengurus maupun anggota koperasi," katanya.
Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Alvian berharap koperasi dapat semakin berperan sebagai pengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Sejalan dengan tema Harkopnas tahun ini, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya," ia optimistis koperasi mampu menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Dengan koperasi yang semakin maju dan berkembang, perekonomian masyarakat juga akan ikut terdorong. Inilah yang menjadi harapan pemerintah agar koperasi semakin berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....