Jelang Mudik, Wagub Jatim Tinjau Tol Prosiwangi

  • 25 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kesiapan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menjelang arus mudik Lebaran 2026, Selasa (25/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Emil memastikan ruas tol akan difungsionalkan secara terbatas saat momen mudik atau H-10 lebaran dengan pengaturan jam operasional, sebelum kembali ditutup sementara untuk penyempurnaan.

Emil mengatakan, skema fungsional berarti tol belum beroperasi penuh dan gerbang tol belum dioperasikan secara normal. Namun masyarakat tetap dapat melintas pada periode tertentu selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Saya berjanji ingin mencoba lagi pada saat fungsional. Artinya belum beroperasi penuh dan gerbang tol juga belum dioperasikan, tetapi masyarakat bisa melalui di masa Lebaran dengan jam operasional yang diatur,” ujar Emil saat dikonfirmasi usai meninjau Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan.

Ia optimistis Tol Prosiwangi siap difungsionalkan sesuai waktu yang dipersyaratkan untuk mendukung kelancaran mudik. Setelah H+10 Lebaran, ruas tol tersebut akan kembali ditutup sementara guna melengkapi sejumlah pekerjaan sebelum resmi beroperasi penuh.

“Insya Allah pada waktu yang dipersyaratkan untuk momen mudik, tol tersebut siap fungsional. Setelah itu H+10 Lebaran akan kembali ditutup karena ada yang harus dilengkapi lagi,” katanya.

Emil menjelaskan, pengalaman pada segmen Gending–Kraksaan–Paiton menunjukkan proses dari fungsional menuju operasional penuh membutuhkan waktu cukup lama. Hal itu dipengaruhi kondisi tanah yang berbeda dan rawan ambles.

“ Nah yang ini menurut Jasa Marga dan kontraktor, kondisi tanahnya lebih stabil sehingga potensi ambles tidak sebesar di segmen sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi tanah yang dinilai lebih stabil, Emil berharap masa transisi dari penutupan H+10 Lebaran hingga operasional penuh tidak memakan waktu terlalu lama. Ia menilai keberadaan tol ini nantinya akan menunjang konektivitas dan perekonomian wilayah timur Jawa Timur, termasuk Bondowoso.

Selain kesiapan fisik jalan tol, Emil juga menyoroti potensi kepadatan lalu lintas di sekitar exit tol. Ia menyebut terdapat lampu lalu lintas di exit tol dengan jarak sekitar 800 meter menuju simpang tiga Arak-Arak.

“Ini harus diantisipasi karena jaraknya 800 meter. Kalau tidak sinkron, sini hijau, sininya merah, bisa terjadi penumpukan ke belakang,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, serta Pemerintah Kabupaten Situbondo guna menentukan manajemen lalu lintas.

Menurut Emil, waktu persiapan yang tersisa sekitar 13 hari harus dimanfaatkan untuk menyinkronkan pengaturan lampu lalu lintas, rekayasa arus kendaraan, serta penentuan jenis kendaraan dan exit tol yang digunakan selama masa mudik.

“Sinkronisasi fase lampu lalu lintas ini penting. Penentuan kendaraan yang lewat, exit mana yang digunakan di masa Lebaran, itu sedang dirancang oleh rekan-rekan semua,” tuturnya.

Emil berharap kolaborasi lintas instansi dapat memastikan Tol Prosiwangi berfungsi optimal saat mudik, sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di titik pertemuan arus kendaraan. Ia menegaskan, keselamatan dan kelancaran pemudik menjadi prioritas utama pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....