Satpol PP Tamansari Cabut 85 Pentil Motor di Glodok
- 11 Feb 2026 16:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tamansari melakukan operasi cabut pentil (OCP) terhadap 85 sepeda motor yang parkir sembangan di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi menunjukkan, puluhan petugas yang tergabung dalam Satpol PP Kecamatan Tamansari, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri terlihat berjibaku untuk menertibkan kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Tamansari, Goodman Sidabutar mengatakan, kegiatan ini menyasar penyandang pemeelu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) serta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area terlarang.
“Hari kami melakukan penertiban PPKS di wilayah Kecamatan Tamansari, dan juga penertiban parkir liar maupun PKL di wilayah Pancoran Glodok,” kata Goodman usai melakukan penertiban, Rabu.
“Hasilnya, ada sekitar delapan PPKS yang kita jangkau, kemudian 85 motor di-OCP (Operasi Cabut Pentil) oleh Dishub. Kemudian ada satu lapak juga kita angkut karena tidak ada pemiliknya,” sambungnya.
Goodman menjelaskan, lapak tersebut ditemukan sedang ditinggalkan di trotoar kawasan Pancoran Glodok, sehingga harus diamankan oleh petugas. “Kayaknya memang ditinggalkan di trotoar oleh pemiliknya,” katanya.
Goodman menyampaikan, kegiatan penertiban ini telah dilakukan selama beberapa hari terakhir menyusul adanya laporan m warga terkait maraknya parkir liar di lokasi tersebut.
Ia menilai, praktik parkir liar di kawasan itu tidak lepas dari tingginya aktivitas pengunjung, terutama menjelang dan saat perayaan Imlek.

“Kebetulan memang ini sudah rutin kita laksanakan, tapi memang kemarin ada laporan juga dari masyarakat terkait banyaknya parkir liar di kawasan Pancoran Glodok, sehingga kita tindaklanjuti juga. Sudah 3 hari ini kita tindakanjuti di wilayah Pancoran Glodok ini,” ucapnya.
Menurut Goodman, banyaknya pengendara memilih parkir di tepi jalan atau trotoar lantaran dinilai lebih dekat dengan tujuan, meski fasilitas parkir resmi telah tersedia di gedung sekitar lokasi.
“Ada juru parkir yang mengarahkan, tapi masyarakat juga cenderung memilih yang praktis. Padahal parkir sudah disediakan di gedung, hanya jaraknya memang sedikit lebih jauh,” tuturnya.
Lebih jauh Goodman mengimbau masyarakat agar memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan dan tidak menggunakan trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, terlebih trotoar di kawasan tersebut baru direvitalisasi sebagai jalur pedestrian.
“Ya, kami imbau kepada masyarakat, supaya memarkirkan kendaraannya di gedung yang sudah disediakan. Jangan parkir di sembarang tempat, khususnya di trotoar, apalagi trotoar ini baru pendestrian,” ucapnya.
Ke depan, kata Goodman, pihaknya bakal memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk RT, RW, tokoh masyarakat, serta instansi terkait untuk mengedukasi warga dan mencari solusi penataan PKL maupun parkir di kawasan tersebut.
“Memang kalau hanya mengandalkan kami Satpol PP dan rekan-rekan TNI-Polri dan Dishub tidak bisa. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan stakeholder lain supaya ada solusi,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....