Rabu Tertib Menteng, Puluhan Motor Kena OCP dan Dua Gerobak Diangkut
- 10 Jun 2026 20:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Menteng menggelar kegiatan Rabu Tertib dengan menyasar sejumlah titik di wilayah Kelurahan Gondangdia, Rabu 10 Juni 2026. Kegiatan ini meliputi sterilisasi trotoar, operasi cabut pentil (OCP), hingga penertiban gerobak yang berada di ruang publik.
Camat Menteng, Nurhelmi mengatakan kegiatan Rabu Tertib merupakan agenda rutin yang dilaksanakan jajaran Kecamatan Menteng. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP bertindak sebagai leading sector dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
“Kegiatan Rabu Tertib merupakan kegiatan rutin di Kecamatan Menteng dengan Satpol PP sebagai leading sector untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan,” kata Nurhelmi.
Penertiban diawali dengan pengangkatan meja yang biasa digunakan pedagang kaki lima di sekitar Masjid Cut Nyak Dien. Petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik kendaraan yang memanfaatkan mobil sebagai sarana berjualan di lokasi tersebut.
Selanjutnya, petugas dari Sudin Perhubungan Kecamatan Menteng melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya di sepanjang Jalan Wahid Hasyim. Puluhan sepeda motor dikenai tindakan OCP dalam operasi tersebut.
“Untuk di kawasan Wahid Hasyim, kebanyakan motor yang di-OCP merupakan milik pengunjung toko-toko di kawasan tersebut,” ujar Nurhelmi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penertiban gerobak yang berada di Jalan Sutan Syahrir. Sedikitnya dua unit gerobak diangkut petugas untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum.
“Kami mengangkut dua unit gerobak dan untuk sementara diamankan di Kecamatan Menteng sampai pemiliknya datang mengambil,” ucap Nurhelmi.
Sementara itu, Kasatpel Sudin Sosial Kecamatan Menteng, Dewi Indriani, mengatakan sebagian besar pemilik gerobak yang ditertibkan biasanya tidak mengambil kembali gerobaknya. Mereka cenderung memilih membuat gerobak baru dibanding mendatangi kantor kecamatan.
“Biasanya mereka tidak mengambil gerobak yang sudah diamankan. Mereka lebih memilih membuat gerobak baru,” kata Dewi.
Menurut Dewi, pola tersebut menunjukkan para pemilik gerobak memiliki kemampuan ekonomi untuk mengganti sarana usaha yang ditertibkan. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar ruang publik tetap tertib dan nyaman digunakan masyarakat.
“Kalau setiap ditertibkan mereka membuat gerobak baru, berarti penghasilannya cukup besar. Namun penertiban tetap dilakukan agar fasilitas umum tidak digunakan untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....