Breakwater Darurat Jadi Tameng Awal Pesisir Ampenan

  • 08 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memprioritaskan pemasangan breakwater darurat sebagai langkah awal melindungi wilayah pesisir dari ancaman gelombang pasang yang diprediksi masih akan terus berlangsung. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), upaya mitigasi ini diarahkan untuk menahan abrasi sekaligus menjaga infrastruktur publik di kawasan pantai yang hampir setiap tahun terdampak gelombang ekstrem.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, berharap pemasangan ulang batu boulder tersebut mampu menjadi benteng sementara yang cukup efektif. Ia menegaskan langkah ini diambil berdasarkan prediksi cuaca dan kondisi laut yang belum stabil.

“Mudah-mudahan ini cukup efektif untuk menahan gelombang pasang, karena berdasarkan prediksi, kondisi gelombang ekstrem masih akan berlanjut,” ujar Lale Minggu, 8 Februari 2026.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar yang bersumber dari APBD untuk pemasangan breakwater di tiga titik pesisir Pantai Ampenan. Masing-masing lokasi mendapat alokasi Rp400 juta dengan pertimbangan keterbatasan anggaran dan tingkat kerusakan yang dinilai mendesak. 

“Anggaran ini kami bagi rata agar semua titik rawan bisa tertangani,” jelasnya.

Tiga lokasi prioritas pemasangan meliputi Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro; Pantai Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang; serta Lingkungan Mapak, Kelurahan Jempong Baru. Penentuan titik tersebut didasarkan pada tingkat abrasi yang telah mengancam kawasan sensitif seperti Kampung Bugis di Bintaro dan kawasan wisata Loang Baloq.

“Lokasi-lokasi ini sudah masuk kategori rawan dan perlu perlindungan segera,” kata Lale.

Secara teknis, pemasangan dilakukan dengan menyusun batu boulder berukuran besar sepanjang sekitar 25 hingga 30 meter di setiap titik, menyesuaikan kondisi lapangan. 

"Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu pekan, meski tetap bergantung pada cuaca dan pasokan material dari Kaori," katanya mengakhiri. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....