Pabrik Bioetanol Glenmore Bakal Serap Tebu Petani Banyuwangi
- 07 Feb 2026 22:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pembangunan pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dipastikan akan memperkuat serapan tebu petani lokal. Pabrik berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter per tahun tersebut menjadi pasar tambahan bagi tebu petani selain industri gula.
Pabrik bioetanol yang memanfaatkan molase atau tetes tebu sebagai bahan baku ini dibangun PT Pertamina secara sinergis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di lahan seluas 10 hektare. Proyek tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi nasional dan agenda transisi energi berbasis ekonomi rakyat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberadaan pabrik bioetanol akan memberikan kepastian serapan hasil tebu petani Banyuwangi dan wilayah sekitar.
“Tebu petani Banyuwangi dan daerah sekitar akan semakin terserap maksimal. Selain untuk produksi gula, tebu juga dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol,” ujar Ipuk, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ipuk menilai, pemanfaatan tetes tebu untuk bioetanol akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas pendapatan petani.
“Ini menjadi peluang besar bagi petani, karena hasil tebu tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki diversifikasi pemanfaatan,” tutur Ipuk.
Pembangunan pabrik bioetanol Glenmore akan dimulai pada Juni 2026 dengan masa pengerjaan sekitar 24 bulan. Groundbreaking proyek tersebut telah dilakukan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyebut, pabrik ini akan mengolah produk sampingan gula menjadi energi bersih sekaligus mendorong perekonomian petani.
“Dengan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi, produk sampingan tebu dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberi dampak langsung bagi perekonomian rakyat,” ucap Agung.
Dari sisi hulu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi memastikan ketersediaan bahan baku molase dalam kondisi aman.
“Produksi molase SGN hampir 700 ribu ton per tahun. Jumlah itu mencukupi kebutuhan pabrik bioetanol dan akan didukung lima pabrik gula di sekitar Banyuwangi,” ungkap Mahmudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....