Pemkot Cimahi Targetkan Pengolahan Mandiri Sampah

  • 07 Feb 2026 20:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi mulai mengurangi ketergantungan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil seiring tingginya produksi sampah harian di Cimahi yang mencapai 230 hingga 240 ton per hari.

Upaya tersebut diarahkan pada penguatan sistem pengolahan sampah di dalam wilayah kota, salah satunya melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan pemerintah daerah menargetkan pengelolaan sampah secara mandiri sebagai solusi jangka panjang. 

Dengan pengelolaan yang maksimal, pengiriman sampah ke TPA Sarimukti diharapkan dapat dihentikan secara bertahap. “Sampah ke depan kami targetkan dikelola di Cimahi. Arahnya zero sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti,” ujar Chanifah, dikutip dari laman resmi pemerintah kota Cimahi, Sabtu 7 Februari 2026.

Baca juga : Pemkot Pertanyakan Progres TPPAS Legok Nangka

Saat ini, TPST Santiong tengah menjalani peningkatan kapasitas melalui Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP). Program tersebut didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dukungan Bank Dunia (World Bank).

Chanifah menjelaskan, kapasitas awal TPST Santiong yang semula mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari akan ditingkatkan menjadi 80 hingga 85 ton per hari. 

Namun, pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 5 hingga 10 ton sampah per hari. Selain mengandalkan TPST Santiong, Pemkot Cimahi juga menyiapkan sejumlah strategi lain untuk menekan volume sampah. 

Rencana tersebut akan diumumkan secara resmi bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pekan depan, termasuk pengembangan TPST tambahan dan penerapan maggotisasi.

Menurut Chanifah, keberhasilan program pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi faktor penting untuk mewujudkan target zero sampah ke TPA Sarimukti.

“Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah, target zero sampah itu optimistis bisa tercapai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....