Ansor NTBSiap Jadi Mitra Pemda Perkuat Kaderisasi Pemuda Desa

  • 06 Feb 2026 09:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya kaderisasi pemuda sebagai fondasi pembangunan jangka panjang daerah. Menurutnya, sekitar 22 persen penduduk Indonesia merupakan pemuda, potensi besar yang hanya akan berdampak jika dikelola melalui proses kaderisasi yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Iqbal saat menghadiri kegiatan kaderisasi pemuda di Kantor PWNU NTB, Kamis, 5 Februari 2026. Ia menyebut kaderisasi bukan sekadar kebutuhan internal organisasi, melainkan investasi strategis bagi gerakan sosial, pembangunan daerah, dan masa depan bangsa.

“Kaderisasi harus dipahami sebagai proses peningkatan kapasitas komunitas, bukan sekadar formalitas struktural,” kata Iqbal melalui keterangannya, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia mengapresiasi langkah Majelis Ijtima Pemuda (MIP) yang telah menyelenggarakan stabilisasi dan pelatihan kader dengan jangkauan ratusan ribu peserta. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen serius dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap belajar, berproses, dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Iqbal menegaskan, perubahan sosial yang efektif hanya dapat lahir dari niat baik yang disertai kemampuan yang memadai. Dengan demikian, politik dan gerakan sosial dapat berfungsi sebagai ruang pengabdian yang sehat dan produktif.

Ke depan, ia berharap proses kaderisasi dapat diperluas hingga tingkat desa dengan muatan konteks lokal, mulai dari kebudayaan, informasi, hingga tantangan sosial khas daerah. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan visi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah.

“Pembangunan nasional tidak bisa dilepaskan dari realitas dan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU NTB Masnun Tahir menyatakan kegiatan tersebut penting untuk menjaga kesinambungan organisasi di tengah dinamika perubahan zaman. Ia menilai keberagaman pemikiran dalam sejarah Islam menuntut kedewasaan, pengendalian diri, serta pemahaman nilai keilmuan dan kepemimpinan yang kuat.

“Generasi muda harus disiapkan dengan nilai dan kapasitas yang utuh agar mampu menghadapi transformasi sosial, politik, dan kebudayaan,” kata Masnun.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor NTB Irpan Suriadiata memaparkan perkembangan organisasi yang dinilainya signifikan. Dari 89 pendaftar, sebanyak 43 kader dinyatakan lolos seleksi administrasi dan wawancara sebagai calon pimpinan Ansor di tingkat cabang.

Irpan menyebut hampir seluruh wilayah di NTB telah terpetakan, dengan sejumlah cabang kini mampu melaksanakan Pendidikan Kader Dasar secara mandiri. Hingga saat ini, penguatan struktur organisasi telah menjangkau sekitar 50 desa.

“Pendekatan kami berbasis desa. Semua dilandasi kecintaan pada desa dan diwujudkan melalui kerja nyata sebagai bentuk pengabdian,” ujarnya.

Ia menegaskan GP Ansor dibangun secara mandiri baik secara pemikiran, sumber daya manusia, maupun pendanaan agar memiliki daya tahan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....