Korban Banjir Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar

  • 31 Jan 2026 23:51 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (14/1/2026).

Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Human Initiative dan akan dimanfaatkan untuk membentuk berbagai program penanganan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Selain bantuan dana, TMT juga menyalurkan bantuan sandang dan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Bantuan diserahkan langsung oleh Perwakilan Manajemen TMT Group, Iwan Hermawan. Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Perwakilan TMT Group Anggun Fariza, Branch Head Trakindo Aceh Fikri Mukhlis, Vice President Human Initiative Romi Ardiansyah, serta Vice President Human Initiative Andjar Radite.

Sekda Aceh M. Nasir dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian dunia usaha dan lembaga kemanusiaan yang turut membantu masyarakat Aceh di tengah musibah banjir. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan dunia usaha dalam penanganan dampak bencana.

“Kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk merevisi program CSR, dari kegiatan rutin menjadi kegiatan yang lebih fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi bagi korban banjir,” ujar M. Nasir.

Ia juga memaparkan progres penanganan pascabencana yang sedang dilakukan Pemerintah Aceh. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah proses pembersihan pascabanjir, terutama keterbatasan lokasi pembuangan lumpur. Selain itu, jumlah rumah warga yang rusak akibat banjir di Aceh diperkirakan mencapai sekitar 145 ribu unit, dengan data yang masih terus mengalami perubahan.

Menjelang bulan suci Ramadan, M. Nasir berharap TMT bersama Human Initiative dapat berpartisipasi dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak. Ia juga mendorong pelaksanaan program cash for work bagi korban banjir yang belum menerima bantuan uang harian dari pemerintah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci utama agar proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....