Prestasi Adipura Antar Bontang ke Forum Ilmiah Unmul

  • 31 Jan 2026 18:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bontang - Capaian Kota Bontang dalam menjaga kualitas lingkungan kembali menarik perhatian kalangan akademisi. Konsistensi pemerintah kota dalam pengelolaan sampah, yang mengantarkan Bontang meraih Piala Adipura sebanyak 15 kali, dinilai layak dijadikan bahan pembelajaran di tingkat regional.

Atas dasar tersebut, Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul) mengundang Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, untuk berbagi pengalaman sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Lingkungan.

Rencana kehadiran Wali Kota Bontang sebagai narasumber disampaikan saat panitia Seminar Nasional Lingkungan Pascasarjana Unmul melakukan pertemuan dengan Neni Moerniaeni pada Sabtu (30/1/2026).

Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unmul, Yunianto Setiawan, menyampaikan bahwa keberhasilan Bontang mempertahankan penghargaan Adipura hingga belasan kali menunjukkan adanya tata kelola persampahan yang berkelanjutan.

“Pengalaman Kota Bontang sangat relevan untuk dibagikan, terutama bagi daerah-daerah yang tengah berupaya meningkatkan pengelolaan sampahnya,” katanya.

Menanggapi undangan tersebut, Neni Moerniaeni menyatakan kesiapan untuk hadir dan memaparkan praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Kota Bontang. Ia dijadwalkan menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Lingkungan yang akan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Aula Hexagon Universitas Mulawarman, Samarinda.

Seminar ini mengangkat tema “Peningkatan Tata Kelola dan Sinergi Para Pihak dalam Pengelolaan Sampah di Kalimantan Timur dan IKN 2026”. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Melalui forum ilmiah ini, model pengelolaan sampah Kota Bontang diharapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, khususnya dalam menyikapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan mendorong sinergi lintas sektor demi keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Timur,” kata Neni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....