ASN Banyuwangi Berbagi Tumbuhkan Empati Sosial
- 29 Jan 2026 19:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Program gotong royong penanganan kemiskinan "ASN Banyuwangi Berbagi" tidak hanya meringankan beban warga kurang mampu, tetapi juga menumbuhkan empati sosial di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Program yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ini dilaksanakan dengan membagikan paket sembako secara langsung dari rumah ke rumah, Rabu 28 Januari 2026.
Melalui skema door to door, ASN turun langsung menyapa warga yang masuk kategori miskin ekstrem dan rentan miskin. Pola ini membuat bantuan lebih tepat sasaran sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Sekretaris Kelurahan Sobo, Ayu Widuri, mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung dalam program tersebut memberikan pengalaman batin yang berkesan.
“Ketika bertemu langsung dengan warga, kami bisa merasakan kondisi mereka secara nyata. Ada rasa bahagia dan kepuasan batin karena bisa membantu secara langsung,” ujar Ayu, Rabu 28 Januari 2026.
Program ASN Berbagi dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan diikuti seluruh ASN, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selain membantu warga, program ini juga menjadi sarana refleksi bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Saya yakin membantu sesama tidak akan mengurangi rezeki. Justru akan mendatangkan ketenangan dan keberkahan,” ucap Ayu.
ASN Kelurahan Sobo lainnya, Mursidi, mengaku keterlibatannya dalam program ini memberikan rasa tenang dan kepuasan tersendiri. Ia berharap ASN Berbagi terus berlanjut dan menjadi budaya gotong royong di lingkungan pemerintahan.
“Setelah berbagi, ada perasaan lebih tenang. Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan nurani,” tutur Mursidi.
ASN Berbagi telah berjalan selama dua tahun terakhir. Seluruh penerima bantuan mengacu pada data warga miskin desil 1 dan desil 2 yang tercantum dalam aplikasi Smart Kampung, bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini juga mendapat dukungan luas dari lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, BUMN, BUMD, organisasi profesi, hingga kalangan pengusaha di Banyuwangi.
Berbagai upaya kolaboratif tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi. Tercatat, tingkat kemiskinan menurun dari 8,07 persen pada 2021 menjadi 6,13 persen pada 2025, yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....