ASN Banyuwangi Berbagi Salurkan Puluhan Ribu Sembako
- 29 Jan 2026 19:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan dengan menyalurkan puluhan ribu paket sembako kepada keluarga miskin di Banyuwangi, Rabu, 28 Januari 2026. Program yang digelar rutin setiap bulan ini menyasar warga miskin yang telah masuk dalam basis data kemiskinan resmi pemerintah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama ribuan ASN turun langsung dari rumah ke rumah untuk menyerahkan bantuan. Salah satu penerima bantuan adalah Bermawi (81), warga Lingkungan Wonosari RT 02/RW 01, Kelurahan Sobo, yang hidup seorang diri dan bekerja serabutan sebagai buruh tani.
Bermawi diketahui tidak memiliki rumah dan selama ini menumpang di rumah Ketua RT setempat. Dengan kondisi ekonomi terbatas, bantuan sembako tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-harinya.
“Alhamdulillah, terima kasih. Bantuan ini sangat berarti untuk saya,” ucap Bermawi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, ASN Banyuwangi Berbagi merupakan gerakan sosial yang telah berjalan konsisten selama dua tahun terakhir sebagai wujud kepedulian bersama terhadap keluarga kurang mampu.
“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama-sama sejak tahun 2024. Kami mendorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki guna meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera,” kata Ipuk, Rabu 29 Januari 2026.
Ipuk menjelaskan, setiap ASN telah dibekali data warga miskin yang terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung. Data tersebut merupakan keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
“Kami berharap program yang dilakukan secara berkelanjutan ini, ditambah berbagai program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan lainnya, dapat semakin menurunkan angka kemiskinan Banyuwangi secara signifikan,” ujar Ipuk.
Selain melibatkan ASN, program Banyuwangi Berbagi juga mendapat dukungan lintas sektor, mulai dari kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, pengusaha, hingga berbagai organisasi profesi di Banyuwangi.
“Program Banyuwangi Berbagi ini terbuka. Kami mengajak semua pihak untuk terlibat karena penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan harus bersama-sama,” tutur Ipuk.
Sejak tahun 2025, partisipasi masyarakat dalam program ini semakin luas. Sejumlah organisasi seperti HIPMI, Kadin, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia Banyuwangi, Ikatan Bidan Indonesia, rumah sakit swasta, hingga pengusaha konstruksi turut ambil bagian.
Dengan berbagai program pengentasan kemiskinan yang digulirkan, angka kemiskinan Banyuwangi tercatat terus menurun. Persentase kemiskinan turun dari 8,07 persen pada 2021, menjadi 7,51 persen pada 2022, 7,34 persen pada 2023, 6,8 persen pada 2024, dan mencapai angka terendah sepanjang sejarah Banyuwangi sebesar 6,13 persen pada 2025.
Salah satu ASN yang terlibat, Ratna Juwita, mengaku bangga sekaligus terharu bisa ikut dalam program ASN Banyuwangi Berbagi. Menurutnya, program ini menumbuhkan empati sekaligus mengingatkan ASN untuk peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Kami merasa ini adalah implementasi filosofi ‘kalau kita susah, lihatlah ke bawah’. Bukan untuk merendahkan orang lain, tetapi mengingatkan agar selalu mensyukuri nikmat Allah,” kata Ratna.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, menyebut seluruh ASN Banyuwangi, kecuali PPPK paruh waktu, dilibatkan dalam program ini.
“Semua ASN Banyuwangi dilibatkan. Semakin tinggi jabatan ASN, maka semakin banyak sembako yang disalurkan. Karena itu, jumlah paket sembako yang terkumpul bisa melebihi jumlah sasaran,” ujar Budi.
Menurut Budi, program ini juga berfungsi sebagai bentuk pengecekan lapangan terhadap data kemiskinan. ASN diminta memantau langsung kondisi warga sasaran dan melaporkannya melalui aplikasi Smart Kampung.
“ASN kami minta melihat apakah warga sudah menerima bantuan rutin, apakah ada anggota keluarga yang sakit dan perlu penanganan segera. Semua temuan tersebut dilaporkan melalui aplikasi Smart Kampung,” ucap Budi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....