Efisiesi Akibat Rendanya Fiskal Bukan Halangan Atasi Bencana

  • 28 Jan 2026 14:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Banjir yang melanda Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, selain disebabkan rusaknya hutan akibat petani salah mempresepsikan HKm, juga terjadinya kedangkalan Sungai akibat sampah. Terbukti, Daerah Aliran Sungai (DAS) Laju yang sudah dilakukan pelebaran dan pengerukan, sejak dua tahun terakhir ini aman. 

Ketua DPRD Dompu, Muttakun, Rabu, 28 Januari 2026 mengatakan, kondisi DAS Silo yang melintasi Pasar Bawah Dompu, kondisinya dangkal dan dipenuhi sampah. Akibatnya, saat terjadi terjangan air dengan debit tinggi, dipastikan akan meluap. 

“Sungai yang melintasi Lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada dan Lingkungan Kampung Samporo Kelurahan Bali Satu ini, bermuara di DAS Raba Laju,” katanya.

Pria yang juga aktivis lingkungan ini berharap, rencana pelebaran DAS Silo dan DAS-DAS yang lain, anggarannya segera diusulkan. 

Meski ditengah berkurangnya fiscal daerah, untuk penanganan darurat dan tanggap becana, akan diupayakan.

Muttakun berjanji akan melakukan pengawalan pengangagran yang diusulkan eksekutif, terutama untuk penanganan bencana, bahkan hingga pada peerintah pusat. 

Muttakun, mengajak semua masyarakat untuk dapat merawat kawasan hutan. Sebab, jika harus menunggu rehabilitasi hutan oleh Pemerintah Provinsi, kawatir akan memaka waktu lama.

“Rusaknya kawasan hutan ini, nantinya yang terdampak benacana adalah warga Kabupaten Dompu,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....