Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXI, Iqbal Tekankan Integritas dan Kejujuran

  • 09 Jun 2026 13:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa 9 Juni 2026. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya menjaga objektivitas, integritas, dan kejujuran dalam proses penilaian karena marwah serta kepercayaan masyarakat terhadap MTQ berada di tangan dewan hakim.

Menurut Gubernur Iqbal, keberlangsungan MTQ hingga saat ini menjadi bukti bahwa ajang tersebut masih relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengaitkan eksistensi MTQ dengan teori seleksi alam atau survival of the fittest, yang menyebutkan bahwa sesuatu yang tidak relevan akan hilang ditelan zaman.

"Jika tidak bermanfaat, MTQ pasti sudah hilang seperti puluhan kompetisi nasional lainnya yang kini tinggal sejarah. Namun MTQ tetap bertahan karena masih relevan dan dipercaya masyarakat," ujarnya.

Ia memperkirakan usia penyelenggaraan MTQ di NTB telah mencapai sedikitnya 65 tahun, mengingat pelaksanaan MTQ tingkat provinsi telah memasuki edisi ke-31 dengan rentang waktu penyelenggaraan setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Gubernur menilai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap MTQ tidak terlepas dari kredibilitas dewan hakim dalam mengambil keputusan. Menurutnya, hasil penilaian yang objektif membuat MTQ tetap dihormati dan diterima oleh seluruh peserta maupun masyarakat.

"Keputusan dewan hakim MTQ selalu dihormati. Kita tidak pernah mendengar adanya keributan besar akibat hasil MTQ sebagaimana yang kadang terjadi dalam kompetisi lain," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan harapannya untuk mengembalikan kejayaan NTB di tingkat nasional. Ia mengenang masa ketika kafilah NTB menjadi salah satu kekuatan utama dalam ajang MTQ nasional dan hampir selalu menempati posisi tiga besar.

"Saya masih ingat ketika kecil, saat nama NTB disebut di tingkat nasional, daerah lain merasa waswas karena NTB hampir selalu masuk tiga besar. Kemewahan martabat dan penghormatan itu perlahan memudar, dan kita ingin mengembalikannya," ungkapnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur mengaku sangat selektif dalam menetapkan kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi NTB. Ia berharap NTB tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan julukan "Pulau Seribu Masjid", tetapi juga mampu menjadi "Serambi Al-Qur'an" di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya reformasi organisasi, Gubernur menunjuk Ketua LPTQ Lombok Tengah untuk memimpin LPTQ Provinsi NTB. Langkah tersebut diambil setelah melihat komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam pengembangan tilawatil qur'an.

Ia berpesan agar kepengurusan LPTQ yang baru mampu menjamin keterwakilan seluruh kabupaten dan kota di NTB serta menjadikan lembaga tersebut sebagai rumah bersama bagi seluruh daerah.

"LPTQ harus menjadi wadah yang membuat semua kabupaten dan kota merasa memiliki, sehingga semangat untuk bangkit dan berprestasi tumbuh secara bersama-sama," tegasnya.

Pada prosesi pengukuhan, Gubernur juga mengungkapkan kesan tersendiri saat pengambilan sumpah dewan hakim. Ia mengaku sempat merasa tegang jika harus memandu langsung sumpah para ulama dan tuan guru yang menjadi dewan hakim.

Namun suasana tersebut mencair ketika Ketua Dewan Hakim maju memimpin dan memandu anggotanya untuk menyampaikan sumpah di hadapan Allah SWT. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan ketakziman dan penghormatan terhadap para ulama yang bertugas dalam MTQ.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, jajaran Forkopimda, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan MTQ XXXI.

Meski di tengah keterbatasan fiskal daerah, Lombok Tengah dinilai berhasil mempersiapkan penyelenggaraan MTQ dengan baik. Bahkan, pelaksanaan MTQ tahun ini disebut menghadirkan sejumlah inovasi yang menonjolkan nilai solidaritas sosial serta kerukunan antarumat beragama dan kepercayaan di NTB.

Gubernur berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan tugas dengan amanah serta senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi membumikan Al-Qur'an sebagai bagian dari pembangunan karakter dan spiritual masyarakat NTB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....