Makam Ki Ageng Gribig Siap Jadi Wisata Religi
- 27 Jan 2026 15:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kompleks Makam Ki Ageng Gribig di Kota Malang terus berkembang sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas ziarah, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal. Situs ini merupakan Situs Cagar Budaya Kota Malang yang di dalamnya terdapat bangunan cagar budaya serta makam para Bupati Malang dan beberapa bupati dari wilayah Jawa Timur.
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Kampung Gribig Religi (Pokdarwis KGR), Agus Saikhu, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan makam mengalami pergeseran pola pikir yang signifikan sejak pertama kali dibuka untuk umum.
“Pada awalnya, sekitar tahun 2016, gagasan membuka kompleks Makam Ki Ageng Gribig hanya untuk memberi kemudahan bagi peziarah agar bisa berziarah dengan leluasa. Saat itu orientasinya sangat sederhana, yaitu akses. Tidak ingin peziarah harus kesulitan mencari kunci pagar atau bahkan melompati pagar karena makam tertutup,” ungkap Agus Saikhu, Rabu (28/1/2026).
Sejak terbentuknya Pokdarwis Kampung Gribig Religi pada Desember 2017, pengelolaan kawasan makam mulai ditata secara lebih terbuka dan profesional. Kompleks makam kini dapat diakses oleh peziarah selama 24 jam, sekaligus dikelola dengan pendekatan destinasi wisata religi yang berkelanjutan.
“Sekarang pengelolaannya tidak ubahnya seperti mengelola destinasi wisata religi. Bukan hanya membuka akses, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup. Kawasan makam kami jaga tetap asri, rindang, dengan pepohonan dan tanaman hias yang tertata, karena itu bagian dari tanggung jawab kami sebagai pengelola,” lanjutnya.
Pergeseran pola pikir ini menandai perubahan orientasi dari sekadar pelayanan ziarah menuju penguatan potensi sumber daya lingkungan hidup. Keberadaan pepohonan dan taman di area makam disadari memiliki kontribusi ekologis nyata, termasuk dalam menghasilkan oksigen dan menjaga kualitas lingkungan sekitar.
Agus Saikhu menambahkan bahwa pendekatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif, baik bagi pengunjung maupun warga sekitar, tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas religi, pelestarian budaya, dan lingkungan.
“Yang kami bangun adalah kesadaran bersama. Antara pengelola, pengunjung, dan warga sekitar harus saling menjaga. Wisata religi ini tidak hanya soal datang dan berziarah, tetapi juga tentang menghormati sejarah, budaya, dan alam yang ada di sekitarnya,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Kompleks Makam Ki Ageng Gribig kini diposisikan sebagai destinasi wisata religi yang sedang berkembang, berbasis nilai spiritual, sejarah, budaya, dan kepedulian lingkungan. Pergeseran mindset inilah yang menjadi fondasi utama dalam upaya menjadikan Kampung Gribig Religi sebagai ruang ziarah yang inklusif, lestari, dan berdaya bagi masyarakat Kota Malang. (Mey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....