Yayasan GSN Bagikan 200 Becak kepada Lansia
- 26 Jan 2026 16:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) membagikan 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak lanjut usia atau yang berusia di atas 60 tahun, di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik Sudaryati Deyang mengaku bahwa pembagian becak gratis dari Presiden Prabowo Subianto ini sudah berlangsung sejak 2011, jauh sebelum menjadi presiden.
"Yayasan GSN milik Presiden Prabowo Subianto ini membagi becak gratis, sejak 14 tahun yang lalu," ujar Nanik Sudaryati dalam sambutannya di hadapan 200 pengayuh becak, di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki.
Katanya, pemberian becak ini adalah karena kecintaan Presiden Prabowo terhadap para pengayuh becak yang sudah berusia lanjut. Mereka tetap berjuang demi mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk dirinya dan keluarga.
"Pemberian becak ini karena cinta. Presiden kita, Pak Prabowo sedih melihat banyak lansia yang mengayuh becak. Jadi, ini rasa kepedulian, rasa cinta ya," tegasnya.
Ia berpesan kepada para penerima becak listrik gratis agar tidak menjual ataupun menggadaikan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo itu. Sebab itu adalah pemberian yang diharapkan menjadi aset pengayuh becak.
"Jangan sampai becak ini dijual ya, ataupun digadaikan. Karena Pak Prabowo memberikan ini dengan tulus, untuk meningkatkan perekonomian para pengayuh becak yang saat ini keberadaannya tersaingi dengan ojek online," ungkapnya.
Nanik bahkan mengancam tidak akan lagi memberikan bantuan becak listrik jika tahu ada yang menjual becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto itu.
"Saya titip. Kalau ada yang dijual saya tidak akan menambah bantuan becak listrik ya, jangan diperjualbelikan," tegasnya.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo juga mewanti-wanti agar becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo itu tidak dijual. Namun dimaksimalkan untuk mencari nafkah, mengingat becak listrik itu tidak memerlukan tenaga untuk mengayuh.
"Jangan dijual ya. Ini Presiden menggunakan uangnya sendiri untuk membeli becak dan diberikan kepada para pengayuh becak," ucap Bupati Rio.
Bupati berharap, bantuan 200 unit becak ini dapat membantu menekan angka kemiskinan yang mulai turun dari 11,51 persen pada tahun 2024 menjadi 11,17 persen di tahun 2025 atau turun 0,34 persen.
"Angka kemiskinan kita sudah turun. Mudah-mudahan dengan bantuan becak ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kemiskinan," ucap Bupati Rio.
Sementara itu, Sarjono (69) warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, berterima kasih atas bantuan becak listrik yang memang diidam-idamkan selama ini, mengingat tenaganya sudah tidak kuat lagi kalau harus mengayuh.
"Sudah sekitar 20 tahun saya bekerja mengayuh becak. Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak. Saya akan bekerja lebih giat lagi dengan becak listrik ini," bebernya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....