Dermaga Senggigi Buka Jalur Cepat Lombok–Bali Alternatif

  • 22 Jan 2026 16:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Keberadaan Dermaga Senggigi kini membuka babak baru bagi geliat pariwisata Lombok Barat. Setelah lama dinanti, dermaga yang dinilai layak dan representatif itu mulai memberi harapan besar bagi sektor transportasi laut sekaligus menjadi alternatif perjalanan menuju Pulau Bali.

Kepala Pengelola Kapal Ekajaya di Dermaga Senggigi, Abdian, mengaku antusias dengan operasional dermaga yang kini semakin aktif. Ia menyebut kehadiran dermaga tersebut bukan sekadar fasilitas pelabuhan, melainkan pintu masuk kebangkitan pariwisata kawasan Senggigi.

“Kami sangat senang sekarang Dermaga Senggigi sudah layak. Harapan kami pariwisata Senggigi bisa kembali berkembang,” kata Abdian saat ditemui RRI di Dermaga Senggigi, Lombok Barat, Rabu 21 Januari 2026.

Menurut Abdian, dermaga ini menawarkan pilihan baru bagi wisatawan maupun masyarakat umum yang ingin menyeberang ke Bali tanpa harus bergantung pada transportasi udara. Jalur laut dinilai menjadi solusi di tengah harga tiket pesawat yang cenderung meningkat.

“Ini bisa menjadi alternatif selain pesawat. Kami menyediakan kapal yang nyaman menuju Bali melalui Pelabuhan Senggigi,” ucapnya.

Saat ini, rute pelayaran dari Dermaga Senggigi terbilang lengkap. Terdapat tiga tujuan utama yang langsung terhubung dengan Bali, yakni Senggigi–Nusa Penida, Senggigi–Lembongan, Senggigi–Pelabuhan Serangan, serta Senggigi–Padangbai.

“Total ada tiga tujuan ke Bali. Waktu tempuhnya juga relatif singkat, hanya sekitar satu jam sampai ke Padangbai menggunakan kapal cepat,” jelas Abdian.

Ia menambahkan, sebelum dermaga ini beroperasi secara optimal, aktivitas pelayaran masih sangat terbatas. Dalam sehari hanya tersedia dua perjalanan dengan dua armada kapal. Namun kini jumlah tersebut meningkat signifikan.

“Dulu hanya dua trip, satu ke Serangan dan satu ke Padangbai. Sekarang kami tambah menjadi enam trip, jadi total ada enam kapal yang masuk ke Dermaga Senggigi setiap hari,” katanya.

Peningkatan jumlah perjalanan ini diyakini akan berdampak langsung terhadap pergerakan wisatawan di Lombok Barat. Abdian menilai, semakin banyak pilihan transportasi akan memperbesar minat kunjungan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Harapan kami setelah enam trip ini berjalan, penumpang meningkat dan pariwisata Lombok Barat ikut terdongkrak,” ucapnya.

Soal keselamatan, pihak pengelola menegaskan tetap mengutamakan kondisi cuaca. Jika terjadi cuaca buruk dan terdapat edaran resmi dari syahbandar, seluruh aktivitas penyeberangan akan dihentikan sementara.

“Kalau ada edaran dari syahbandar, kami tutup penyeberangan. Untuk tamu, kami berikan pilihan, bisa pengembalian uang, reschedule, atau dijadwalkan ulang ke hari berikutnya. Kami tetap bertanggung jawab,” tegas Abdian.

Perubahan besar juga dirasakan dari sisi kepercayaan masyarakat. Jika sebelumnya transportasi laut kerap dipandang berisiko, kini persepsi tersebut mulai berubah seiring hadirnya armada kapal berukuran besar.

“Dulu mindset masyarakat kapal itu loncat-loncat, orang tidak berani naik. Tapi sekarang dengan armada yang lebih besar seperti Eka Jaya Matra, orang mulai berani beralih ke kapal laut,” ujarnya.

Saat ini, setiap armada kapal memiliki kapasitas angkut hingga 260 penumpang, memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna jasa.

“Dengan kapasitas itu, kami optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat,” kata Abdian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....