Tokoh Agama Way Kanan Beri Tips Sehat saat Menjalankan Puasa

  • 06 Mar 2026 06:02 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, namun juga menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat. Meski harus menahan lapar dan dahaga selama belasan jam, ibadah puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman dan penuh energi jika dikelola dengan keseimbangan fisik dan mental yang tepat.

Tokoh agama Way Kanan, KH. Abud Nursyihab, menekankan kunci utama kenyamanan dalam berpuasa terletak pada kedisiplinan menjaga pola hidup seimbang. Menurutnya, puasa tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas.

Salah satu aspek krusial yang sering disepelekan adalah waktu sahur. KH. Abud mengingatkan agar masyarakat tidak melewatkan makan sahur karena fungsinya sebagai penyedia energi utama untuk beraktivitas sepanjang hari.

"Penting untuk memilih jenis makanan yang tepat. Fokuslah pada asupan bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat tinggi," kata dia, Jumat, 6 Maret 2026.

Dia menjelaskan menu seperti nasi merah, telur, sayur-mayur, dan buah-buahan sangat disarankan karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama serta menjaga stabilitas stamina tubuh. Selain makanan, kecukupan cairan menjadi perhatian serius. Untuk mencegah dehidrasi tanpa harus merasa kembung, masyarakat dianjurkan menerapkan pola minum 2-4-2:

  • 2 Gelas saat berbuka puasa.
  • 4 Gelas pada malam hari (setelah tarawih hingga sebelum tidur).
  • 2 Gelas saat sahur.

Dengan pola ini, kebutuhan air putih tetap terpenuhi meski waktu makan dan minum terbatas. Saat azan magrib berkumandang, masyarakat disarankan untuk tidak langsung "balas dendam" dengan makan berlebihan.

Mengawali berbuka dengan air putih dan kurma adalah langkah terbaik untuk membantu sistem pencernaan beradaptasi kembali. Setelah jeda beberapa saat, barulah dilanjutkan dengan makanan utama dengan porsi yang proporsional. Aspek lain yang tak kalah penting adalah kualitas tidur. Istirahat yang cukup membantu tubuh melakukan regenerasi sel dan mencegah kelelahan berlebih saat menjalankan rutinitas harian di siang hari.

Puasa bukan berarti berhenti beraktivitas fisik. Olahraga ringan seperti berjalan santai atau peregangan tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran otot. Waktu yang paling ideal adalah menjelang berbuka (ngabuburit) atau setelah melaksanakan salat Tarawih agar tubuh tetap segar.

Dia mengingatkan esensi Ramadan lebih luas dari sekadar menahan lapar. "Ramadan adalah sekolah pengendalian diri. Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik melalui pola makan dan istirahat, serta kesehatan spiritual melalui pengendalian emosi dan ibadah, kita bisa mencapai keberkahan yang maksimal hingga akhir Ramadan nanti," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....