Tips Puasa Anti-Loyo dan Tetap Sehat ala Dokter Bedah

  • 03 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pernah merasa heran tidak, kenapa sudah puasa sebulan penuh tapi berat badan malah naik atau badan rasanya makin lemas? Ternyata, banyak dari kita yang terjebak dalam "perangkap" pola makan yang salah saat Ramadhan.

Dalam sebuah bincang hangat, dr. Asep Hermana, seorang spesialis bedah, membedah rahasia agar puasa kita tidak cuma dapat haus dan lapar, tapi juga bonus tubuh yang makin bugar. Yuk, simak ulasan ringannya!

1. Stop Salah Kaprah "Berbuka dengan yang Manis"

Kita sering menjadikan slogan ini sebagai alasan untuk "balas dendam" dengan sirup, kolak, hingga gorengan. Padahal, maksud aslinya adalah mengembalikan kadar gula darah secara alami. dr. Asep menyarankan kembali ke sunnah: cukup kurma dan air putih. Gula berlebih dari takjil kekinian justru bikin kalori melonjak drastis dan tubuh cepat mengantuk!

2. Niat: "Rem" Alami untuk Lambung

Siapa sangka, niat yang kuat ternyata punya efek medis. Penelitian menunjukkan lambung orang yang berniat puasa jauh lebih tenang dibanding orang yang sekadar kelaparan. Niat mengirim sinyal ke otak untuk mengontrol asam lambung. Jadi, kalau niatmu mantap, keluhan mag sebenarnya bisa jauh berkurang.

3. Rahasia Sahur Anti-Lemas

Ingin kuat beraktivitas sampai sore? Kuncinya bukan di porsi nasi yang menggunung, tapi pada Protein dan Serat. dr. Asep menyarankan untuk mendominasi sahur dengan lauk berprotein dan sayur agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Dan jangan lupa, akhirkan waktu sahurmu agar cadangan energi tidak cepat habis di pagi hari.

4. Puasa Bukan Alasan "Mager"

Ingat Perang Badar? Peristiwa besar itu terjadi saat para pejuang sedang berpuasa. Ini bukti kalau secara medis, tubuh manusia sanggup melakukan aktivitas berat saat puasa asalkan manajemen energinya benar. Jadi, kurangi durasi "tidur siang berlebihan" dan tetaplah bergerak!

5. Kelola Stres, Jantung Pun Happy

Puasa itu juga soal manajemen emosi. Saat kita marah atau stres, hormon kortisol naik dan bikin detak jantung tidak stabil. Dengan memperbanyak zikir dan menjaga kesabaran, metabolisme tubuh jadi lebih tenang. Badan jadi tidak gampang "lowbat" karena energi tidak habis dipakai untuk marah-marah.

Kesimpulannya adalah, Ramadhan adalah momen terbaik untuk reset tubuh. Dengan pola makan yang benar dan hati yang tenang, kita bisa keluar dari bulan suci dengan tubuh yang jauh lebih sehat dan pikiran yang lebih jernih.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....