Pemkab Banyuwangi Pantau Keamanan Pasar Takjil
- 01 Mar 2026 21:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menginstruksikan seluruh dinas terkait, puskesmas, kecamatan hingga pemerintah desa untuk mendukung sekaligus memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil Ramadan di berbagai wilayah. Salah satu fokusnya adalah memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.
Seluruh puskesmas bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banyuwangi aktif melakukan pemeriksaan makanan dan minuman di pasar takjil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk yang dijual bebas dari bahan berbahaya dan aman dikonsumsi.
“Ini sudah menjadi SOP. Kami telah instruksikan seluruh puskesmas untuk rutin memeriksa makanan di pasar takjil di wilayah kerja masing-masing, agar makanan dan minuman yang dijual aman dari bahan berbahaya,” ujar Ipuk, Minggu 1 Maret 2026.
| Baca juga: Jajanan di Takjil Banyuwangi Dipastikan Aman |
Saat ini terdapat 60 titik pasar takjil Ramadan yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi dengan melibatkan sekitar 2.245 pedagang.
Ipuk juga mengimbau para pelaku usaha kuliner menggunakan bahan baku yang aman dan sehat demi menjaga kepercayaan konsumen.
“Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, konsumen pasti loyal dan akan datang kembali. Ini membantu usaha mereka tetap langgeng,” tambahnya.
Di Pasar Takjil Purwoharjo, tim laboratorium puskesmas setempat yang terdiri dari tenaga ahli gizi, analis kesehatan, dan petugas promosi kesehatan mengambil sampel makanan dan minuman secara acak, seperti es sirup, mutiara, saus, cilok, dan lainnya.
“Hari ini kami sudah mengambil 10 sampel makanan dan minuman untuk langsung diuji di lokasi,” kata Kepala Puskesmas Purwoharjo, dr. Sri Istyantini.
Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B. Jika ditemukan zat berbahaya, produk akan ditarik dan pedagang diberikan edukasi agar menggunakan bahan pangan yang aman.
“Apabila ditemukan bahan berbahaya, produk akan kami tarik dan pedagang kami beri pembinaan,” ujar Sri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....