Lamine Yamal hingga Luis de la Fuente, Rekor Bersejarah Spanyol di Piala Dunia 2026
- 20 Jul 2026 22:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, New Jersey – Spanyol resmi menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu memastikan La Furia Roja mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya.
Gelar tersebut mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak Spanyol pertama kali menjadi juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Kemenangan atas Argentina juga menandai kebangkitan generasi baru sepak bola Spanyol setelah gagal menembus perempat final dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya.
Trofi Piala Dunia 2026 membuat Spanyol kini sejajar dengan Prancis dan Uruguay sebagai negara yang telah dua kali menjuarai Piala Dunia. Di atas mereka masih terdapat Brasil dengan lima gelar, Jerman dan Italia masing-masing empat gelar, serta Argentina dengan tiga gelar.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan suksesnya regenerasi skuad Spanyol. Setelah era Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Iker Casillas, dan Carles Puyol, kini La Furia Roja dipimpin generasi baru seperti Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, hingga Pau Cubarsi.
Spanyol juga melengkapi dominasinya di Eropa setelah sebelumnya menjuarai Piala Eropa 2024. Raihan tersebut menjadikan La Furia Roja kembali mencatatkan dwigelar Euro dan Piala Dunia, mengulang pencapaian generasi emas mereka pada periode 2008–2012.
Di sektor pertahanan, Spanyol mencatat rekor baru sebagai juara Piala Dunia dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang sejarah. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan menutup final tanpa kebobolan.
Kesuksesan itu turut mengukuhkan nama Luis de la Fuente sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Spanyol. Ia menjadi pelatih pertama yang mampu membawa negaranya menjuarai Euro dan Piala Dunia secara beruntun.
Selain itu, Spanyol memperpanjang catatan tak terkalahkan di level internasional menjadi 38 pertandingan beruntun. Rekor tersebut menyamai capaian terpanjang yang pernah dibukukan Italia dan semakin menegaskan konsistensi La Furia Roja dalam beberapa tahun terakhir.
Gelar Spanyol juga memperkuat dominasi negara-negara Eropa di Piala Dunia modern. Dalam beberapa edisi terakhir, tim-tim UEFA terus mendominasi persaingan dengan koleksi gelar yang semakin menjauh dari wakil Amerika Selatan.
Tidak hanya tim, sejumlah pemain Spanyol juga menorehkan catatan bersejarah. Lamine Yamal, yang lahir pada 13 Juli 2007, tampil pada final Piala Dunia 2026 saat berusia 19 tahun dan enam hari, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah bermain pada laga final Piala Dunia.
Yamal juga menjadi remaja pertama yang tampil pada final Piala Eropa 2024 dan final Piala Dunia 2026. Selain itu, ia mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mencapai enam penampilan di putaran final Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....