Strategi Bertahan Tuchel Buyarkan Mimpi Final Inggris
- 16 Jul 2026 12:26 WIB
- Ende
Poin Utama
- Inggris kalah 2-1 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juli 2026.
- Keputusan pelatih Thomas Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek setelah gol Anthony Gordon membuat Inggris kehilangan kendali permainan dan momentum.
- Gol penyeimbang Enzo Fernandez di menit ke-85 dan gol kemenangan Lautaro Martinez pada masa injury time memutarbalikkan hasil pertandingan.
RRI.CO.ID, Ende – Inggris hanya tinggal beberapa menit lagi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026. Namun, perubahan pendekatan yang diambil pelatih Thomas Tuchel setelah timnya unggul justru menjadi titik balik yang dimanfaatkan Argentina untuk membalikkan keadaan dan menang 2-1 pada semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu 15 Juli 2026 waktu setempat.
Rencana permainan Inggris sejatinya berjalan efektif sepanjang sebagian besar babak kedua. Gol Anthony Gordon pada menit ke-55 membuat The Three Lions berada di atas angin, sementara organisasi pertahanan mampu membatasi ruang serang Argentina hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Situasi mulai berubah ketika Tuchel melakukan pergantian pemain dan mengubah struktur permainan menjadi lima bek. Anthony Gordon ditarik keluar, sementara Inggris memilih bermain lebih dalam untuk mempertahankan keunggulan sehingga semakin sulit mempertahankan penguasaan bola maupun membangun serangan balik.
Tekanan Argentina pun terus meningkat hingga menghasilkan gol penyeimbang Enzo Fernandez pada menit ke-85. Momentum yang berbalik membuat Inggris kesulitan keluar dari tekanan, sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time melalui sundulan yang menyambut umpan Lionel Messi.
Tuchel mengakui timnya kehilangan kendali permainan setelah memilih pendekatan yang lebih defensif. Menurutnya, perubahan sistem dilakukan untuk menutup ruang yang mulai terbuka, tetapi justru membuat Inggris semakin tertekan.
"Setelah kami mencetak gol, kami menjadi terlalu pasif. Kami memutuskan bermain dengan lima bek karena ruang yang terbuka terlalu besar. Tanggung jawab ada pada pelatih dan jika hasilnya tidak berjalan baik, tentu mudah mengatakan keputusan itu salah," ujar Thomas Tuchel seusai pertandingan.
Pengakuan tersebut sejalan dengan jalannya pertandingan. Setelah perubahan taktik dilakukan, Argentina semakin leluasa menguasai bola dan terus menekan dari kedua sisi lapangan, sedangkan Inggris kehilangan kemampuan menjaga bola maupun meredakan tekanan yang datang bertubi-tubi hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan itu membuat Inggris kembali gagal mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966. The Three Lions kini harus mengalihkan fokus menghadapi Prancis pada perebutan tempat ketiga, sementara evaluasi terhadap keputusan taktis Tuchel diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama setelah peluang menuju final sirna di penghujung laga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....