Semifinal Inggris vs Argentina Hidupkan Lagi Kisah David Beckham
- 14 Jul 2026 10:02 WIB
- Ende
Poin Utama
- Inggris dan Argentina akan bertemu di semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta pada 16 Juli 2026, setelah pertemuan terakhir mereka 24 tahun lalu di fase grup 2002.
- David Beckham mencetak gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina di Piala Dunia 2002, mengakhiri beban sejak kartu merahnya di Piala Dunia 1998 melawan Argentina.
- Beckham menerima kartu merah di babak 16 besar Piala Dunia 1998 setelah bereaksi terhadap Diego Simeone, menjadi kambing hitam atas kegagalan Inggris dan menerima hujatan serta ancaman dari publik.
RRI.CO.ID, Ende – Inggris dan Argentina kembali bertemu di Piala Dunia setelah 24 tahun dalam semifinal Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Atlanta, Amerika Serikat, Kamis 16 Juli 2026 dini hari WIB. Duel yang memperebutkan satu tiket ke final itu juga menghidupkan kembali kisah David Beckham, dari sosok yang disalahkan atas kegagalan Inggris hingga menjadi pahlawan dalam salah satu rivalitas terbesar sepak bola dunia.
Dilansir dari laman resmi FIFA, Inggris melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Norwegia, sedangkan Argentina memastikan tempat di empat besar usai mengalahkan Swiss. Pertemuan di Atlanta menjadi bentrokan pertama kedua negara di Piala Dunia sejak fase grup 2002, ketika Beckham mencetak gol tunggal melalui tendangan penalti yang membawa Inggris menang 1-0.
Perjalanan Beckham dalam rivalitas Inggris dan Argentina bermula pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Ia menerima kartu merah setelah bereaksi terhadap Diego Simeone, sebelum Inggris akhirnya tersingkir melalui adu penalti yang memicu gelombang kritik terhadap sang gelandang di negaranya.
Berbagai media Inggris saat itu melaporkan Beckham menjadi sasaran hujatan, menerima ancaman, bahkan sebuah boneka yang menyerupai dirinya digantung di luar sebuah pub sebagai simbol kemarahan suporter. Bertahun-tahun kemudian, Simeone mengakui dirinya melebih-lebihkan reaksinya setelah insiden tersebut, meski keputusan mengeluarkan kartu merah sepenuhnya berada di tangan wasit.
Kesempatan mengubah cerita datang pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Tendangan penalti Beckham menjadi satu-satunya gol yang memastikan kemenangan Inggris atas Argentina sekaligus menghapus bayang-bayang kegagalan yang terus melekat sejak empat tahun sebelumnya.
Beckham kemudian mengakui bahwa gol tersebut bukan sekadar membawa Inggris mengalahkan Argentina, tetapi juga mengakhiri beban yang dipikulnya sejak Piala Dunia 1998. Momen itu menjadi titik balik yang menutup salah satu bab paling sulit dalam perjalanan karier internasionalnya.
"Pada akhirnya saya hanya melepaskan tendangan itu sekuat mungkin. Banyak hal telah terjadi dalam hidup saya, tetapi setelah empat tahun akhirnya saya bisa mengakhiri semua beban itu,” ujar Beckham
Semifinal Piala Dunia 2026 kembali mempertemukan Inggris dan Argentina dalam laga yang sarat sejarah sekaligus mempertaruhkan satu tempat di partai final. Lebih dari dua dekade setelah Beckham menutup luka lamanya lewat kemenangan pada 2002, duel di Atlanta kembali menghadirkan babak baru dalam rivalitas yang telah menjadi bagian penting sejarah Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....