Pita Hitam Argentina di Piala Dunia 2026, Penghormatan untuk Antonio Rattin

  • 13 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Penampilan Tim Nasional Argentina saat menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 menarik perhatian publik. Seluruh pemain Albiceleste terlihat mengenakan pita hitam di lengan sebagai bentuk penghormatan kepada legenda sepak bola Argentina, Antonio Rattin, yang baru saja meninggal dunia pada usia 89 tahun.

Menurut laporan USA Today, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengajukan permohonan kepada FIFA agar para pemain diizinkan mengenakan pita hitam selama pertandingan. Permohonan tersebut disetujui sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Rattin yang meninggal setelah mengalami stroke.

Pita hitam dikenakan di atas lengan jersey utama Argentina yang berwarna putih. Momen tersebut menjadi simbol duka sekaligus penghargaan bagi sosok yang memiliki peran besar dalam sejarah sepak bola Argentina.

Antonio Rattin dikenal sebagai salah satu legenda terbesar Argentina dan ikon klub Boca Juniors. Sepanjang karier profesionalnya yang berlangsung selama 14 tahun, ia hanya membela satu klub, yakni Boca Juniors, dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh pada masanya.

Nama Rattin juga tercatat dalam sejarah sepak bola dunia berkat peristiwa kontroversial pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu, Argentina menghadapi tuan rumah Inggris di babak perempat final. Rattin mendapat kartu keluar lapangan dari wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein, karena dianggap melakukan protes berlebihan.

Namun, Rattin menolak meninggalkan lapangan karena mengaku tidak memahami alasan pengusiran tersebut. Ia berargumen bahwa dirinya berbicara dalam bahasa Spanyol, sementara wasit tidak memahami bahasa tersebut. Insiden itu memicu perdebatan luas mengenai komunikasi antara pemain dan wasit dalam pertandingan internasional.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong FIFA memperkenalkan sistem kartu kuning dan kartu merah sebagai standar peringatan dan hukuman yang dapat dipahami secara universal. Sistem tersebut mulai diterapkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko dan hingga kini masih digunakan dalam sepak bola modern, termasuk dengan dukungan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Setelah gantung sepatu, Rattin tidak meninggalkan dunia pelayanan publik. Ia terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai anggota parlemen Argentina pada periode 2001 hingga 2005. Rattin tercatat sebagai salah satu mantan pesepak bola profesional pertama yang berhasil meniti karier di lembaga legislatif negaranya.

Kepergian Antonio Rattin meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola Argentina. Penggunaan pita hitam oleh Lionel Messi dan rekan-rekannya di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa warisan dan kontribusi sang legenda akan selalu dikenang oleh generasi penerus Albiceleste.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....