Epriyanto Kasmuri Bidik Emas Basket Jabar di PON 2028

  • 11 Feb 2026 11:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Epriyanto Kasmuri resmi memasuki masa purna bakti. Berakhirnya masa jabatan tersebut membuka tahapan baru menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) untuk memilih ketua umum periode 2026–2030.

Dalam agenda terdekat, Perbasi Jabar akan membentuk tim penjaringan calon ketua umum. Tim tersebut diketuai oleh Tulus Arifan dan bertugas memastikan proses seleksi berjalan demokratis, transparan, serta profesional.

Tim penjaringan diharapkan mampu menghadirkan sosok pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi terhadap bola basket. Kriteria yang diusung adalah figur yang benar-benar memahami dan mencintai basket, demi mendongkrak prestasi Jawa Barat di level nasional.

“Musorprov 2026 harus berjalan demokratis dan profesional. Kami menyiapkan persyaratan yang ketat agar lahir pemimpin berintegritas dan mampu membawa regenerasi,” ujar perwakilan tim penjaringan.

Baca Juga: Epriyanto Kasmuri Daftar Ketua Perbasi Jabar 2026–2030

Di tengah proses tersebut, Epriyanto Kasmuri kembali mencalonkan diri untuk periode kedua 2026–2030. Ia resmi mendaftarkan diri dan seluruh berkas dinyatakan lengkap, termasuk dukungan Pengcab dan bukti transfer biaya pendaftaran sebesar Rp150 juta.

Menariknya, Epriyanto datang mendaftar tanpa didampingi Pengcab pendukung. Menurutnya, hal itu menjadi simbol kemandirian organisasi olahraga di tengah tantangan pembiayaan.

“Organisasi olahraga harus mampu berdiri mandiri dan menjadikan basket sebagai mitra strategis dalam industri olahraga yang profesional dan berkelanjutan,” tegas Epriyanto usai mendaftar, Rabu 11 Februari 2026.

Baca Juga: PESTI Jabar Tuai Apresiasi Gelar Kejurprov Mandiri

Ia menegaskan, apabila kembali dipercaya, prioritasnya adalah menyempurnakan program yang belum maksimal, membidik emas PON 2028 di NTB-NTT, memperkuat beasiswa pendidikan atlet melalui kerja sama dengan STHB, serta menjamin kesehatan atlet bersama Primaya Hospital dan BPJS Ketenagakerjaan. “Ini bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan, tetapi memperkuat fondasi basket Jawa Barat agar lebih profesional, mandiri, dan berprestasi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....