Bendungan Meninting Ubah Kehidupan Petani Lombok Barat
- 13 Jul 2026 13:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kehadiran Bendungan Meninting membawa perubahan besar bagi masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air hingga harus mencarinya pada malam hari, kini petani menikmati pasokan air yang lebih stabil sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Suasana penuh semangat mewarnai kawasan Bendungan Meninting, saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak di Indonesia. Ribuan warga dari berbagai desa memadati lokasi untuk menyambut kedatangan Presiden, seperti dikutip dari Setneg.go.id, Senin 13 Juli 2026.
Bagi para petani, Bendungan Meninting menjadi solusi atas persoalan irigasi yang selama bertahun-tahun membatasi hasil pertanian. Husnul Hakim, petani asal Desa Penimbung, mengaku sebelum bendungan beroperasi, para petani harus mencari air pada malam hingga dini hari untuk mengairi sawah.
"Dulu, sebelum ada Bendungan Meninting, kami mencari air dari pukul 20.00 hingga pagi. Alhamdulillah, setelah bendungan ini berfungsi, kami tidak perlu lagi mencari air. Tinggal menunggu di sawah karena seluruh lahan sudah dialiri," ujarnya.
Hal senada disampaikan Rusni, petani dari Desa Gegerung. Menurutnya, keberadaan bendungan mampu mengakhiri persoalan perebutan air yang sebelumnya kerap terjadi antarkelompok petani.
"Sebelum ada bendungan, kami sering mengalami masalah karena petani berebut air saat musim kemarau. Sekarang kondisinya jauh lebih baik dan kegiatan bertani menjadi lebih lancar," katanya.
Manfaat Bendungan Meninting juga dirasakan dalam peningkatan hasil pertanian. I Gede Darma Putra, petani asal Desa Penimbung Barat, mengatakan pasokan air yang lebih terjamin memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam.
"Sebelumnya kami hanya bisa menanam dua kali dalam setahun karena kekurangan air saat musim kemarau. Sekarang, dengan adanya bendungan, kami dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun. Bendungan ini juga membantu mengurangi risiko banjir saat musim hujan dan kekeringan ketika musim kemarau," ujarnya.
Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Meninting juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Hadiah, warga Desa Bukittinggi, mengatakan kawasan bendungan kini menjadi destinasi yang mulai ramai dikunjungi masyarakat. Kehadiran pengunjung membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.
"Warga memanfaatkan kawasan bendungan untuk memancing ikan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kedatangan wisatawan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak, yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Peresmian lima bendungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional, mendukung produktivitas sektor pertanian, serta mengurangi risiko banjir dan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. (BPMI Setpres)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....