Wujud Nyata City Forest, Rombongan HDN 2026 Tanam Pohon Endemik IKN
- 07 Jul 2026 06:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga menempatkan kelestarian alam sebagai pilar utama. Hal ini dibuktikan melalui kolaborasi hijau antara Otorita IKN (OIKN) dan rombongan Hari Doa Nasional (HDN) 2026 yang menggelar aksi penanaman ratusan bibit pohon asli Kalimantan di area Miniatur Hutan Hujan Tropis KIPP Nusantara pada Minggu, 5 Juli 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis IKN untuk mengembalikan kejayaan hutan hujan tropis Bumi Borneo. Melalui konsep reforestasi dan rewilding (pemulihan alam liar), kawasan yang dulunya merupakan hutan tanaman industri monokultur kini secara bertahap dikembalikan fungsinya menjadi hutan alam yang heterogen dan kaya akan keanekaragaman hayati.
Ketua Umum Panitia HDN 2026, Fanny Jossy Kusumo, menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah panggilan kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral umat manusia terhadap bumi.
"Saya ikut bangga bisa menanam pohon di Ibu Kota Nusantara," ucapnya.
Kehadiran rombongan Hari Doa Nasional di IKN diharapkan meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan. Pohon-pohon yang ditanam menjadi investasi masa depan untuk paru-paru dunia sekaligus wujud nyata dukungan terhadap visi IKN sebagai kota hijau (forest city).
Di tempat yang sama, perwakilan dari Gereja Ortodoks Indonesia, Kristiani Sideden, mengatakan bahwa penanaman bibit oleh perwakilan delapan aras gereja nasional bertujuan agar pemerintah dapat terus melanjutkan pembangunan di IKN.
"Hari ini kami melakukan penanaman pohon bersama perwakilan delapan aras gereja nasional. Kami telah melihat langsung proses perjalanan pembangunan ini dan berharap pemerintah bisa terus melanjutkannya, serta segera melaksanakan roda pemerintahan dari Ibu Kota Nusantara," ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Pendeta Daniel Ronda dari Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII).
"Kami merasa bahwa inilah theology in action (teologi dalam aksi), di mana kami memedulikan ciptaan Tuhan sebagai panggilan gereja. Kami bangga bisa berada di sini dan ikut serta dalam penanaman pohon di IKN," ucap salah satu tokoh gereja nasional tersebut.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. OIKN berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam menghijaukan Nusantara.
Berdasarkan cetak biru pembangunan, IKN dirancang untuk mempertahankan 65 persen kawasannya sebagai area lindung dan hutan, sedangkan area bangunan hanya mencakup sekitar 20 persen.
Pemilihan lokasi di Miniatur Hutan Hujan Tropis KIPP Nusantara dinilai sangat strategis. Area ini berfungsi sebagai laboratorium hidup sekaligus contoh nyata bagaimana ekosistem hutan hujan tropis dapat dipulihkan berdampingan dengan pusat pemerintahan modern.
Berikut adalah tiga fokus utama dari program pemulihan ekosistem ini:
• Rehabilitasi Lahan: Mengganti vegetasi monokultur komersial dengan tanaman endemik hutan tropis.
●Koridor Satwa: Membuka kembali ruang hidup bagi fauna lokal agar keseimbangan ekologi IKN tetap terjaga.
• Penyerapan Karbon: Mempercepat target IKN untuk menjadi kota dengan emisi net-zero karbon pada tahun 2045.
Kolaborasi multisektor ini mengirimkan pesan kuat ke dunia internasional bahwa pembangunan IKN berjalan selaras dengan agenda penyelamatan lingkungan dan iklim global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....