Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang
- 22 Jun 2026 08:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid, Sabtu. Kegiatan berlangsung di kompleks pemakaman Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ssbtu 20 Juni 2026 menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Ziarah tersebut menjadi bagian rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara yang akan diperingati secara nasional pada 1 Juli. Agenda itu sekaligus menjadi penghormatan terhadap tokoh bangsa yang berperan penting dalam perjalanan reformasi Indonesia.
Dalam prosesi ziarah, Kapolri mengenakan peci hitam dan mengikuti doa bersama di area pemakaman keluarga besar. Setelah doa bersama selesai, Kapolri menaburkan bunga di pusara Gus Dur sebagai bentuk penghormatan mendalam.
Kedatangan Kapolri disambut Pengasuh Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Machfudz, bersama sejumlah tokoh agama dan pengurus. Pada kesempatan tersebut, Abdul Hakim Machfudz mengalungkan surban kepada Kapolri sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.
Kadivhumas Polri Johnny Eddizon Isir mengatakan ziarah dilakukan untuk mengenang jasa besar Gus Dur bagi bangsa. Menurutnya, Gus Dur memberikan kontribusi penting terhadap penguatan demokrasi serta reformasi kelembagaan negara di Indonesia.
Johnny menjelaskan Gus Dur memiliki peran bersejarah dalam mendorong penguatan institusi Polri yang profesional dan mandiri. Kebijakan tersebut menjadi fondasi penting bagi transformasi Polri sebagai lembaga penegak hukum yang modern.
Gus Dur menjabat Presiden Republik Indonesia keempat sejak 20 Oktober 1999 hingga berakhir pada 23 Juli 2001. Pada masa kepemimpinannya, berbagai agenda reformasi dijalankan untuk memperkuat supremasi sipil dalam sistem pemerintahan nasional.
Salah satu langkah penting saat itu adalah pemisahan TNI dan Polri melalui ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kebijakan tersebut diperkuat melalui TAP MPR Nomor VI dan Nomor VII Tahun 2000 secara konstitusional.
Menurut Johnny, nilai reformasi yang diwariskan Gus Dur tetap relevan bagi tantangan institusi kepolisian saat ini. Semangat profesionalisme dan pelayanan publik harus terus dijaga seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas negara.
Selain dikenal sebagai negarawan, Gus Dur juga dikenang luas sebagai Bapak Pluralisme Indonesia oleh masyarakat. Ia konsisten memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap hak seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
Melalui ziarah tersebut, Polri menegaskan komitmen melanjutkan semangat reformasi yang diwariskan Gus Dur kepada bangsa. Warisan pemikiran kebangsaan itu dinilai tetap penting dalam memperkuat institusi negara dan persatuan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....