Ubi, Ube, dan Taro: Sama-sama Umbi, tapi Kenapa Rasanya Berbeda?
- 16 Jul 2026 19:23 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Saat berkunjung ke kafe, Anda mungkin pernah menemukan menu taro latte atau ube cheesecake. Keduanya sama-sama identik dengan warna ungu yang cantik dan menggugah selera. Di sisi lain, di pasar tradisional kita sudah akrab dengan berbagai jenis ubi yang diolah menjadi kolak, keripik, atau ubi goreng.
Dilansir dari berbagai sumber, melihat tampilannya yang sekilas mirip, tidak sedikit orang yang menganggap ubi, ube, dan taro adalah bahan yang sama. Bahkan ada yang mengira ube hanyalah nama lain dari ubi ungu, atau taro adalah ubi yang diberi pewarna. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat.
Ketiga bahan ini berasal dari tanaman yang berbeda, memiliki karakter rasa yang khas, serta digunakan dalam olahan yang tidak selalu sama. Bagi masyarakat Indonesia, kata "ubi" hampir selalu merujuk pada ubi jalar. Umbi ini sudah menjadi bagian dari kuliner Nusantara sejak lama. Rasanya manis alami, mengenyangkan, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
Ada ubi jalar berwarna putih, kuning, oranye, hingga ungu. Masing-masing memiliki cita rasa yang sedikit berbeda, tetapi semuanya tetap menghadirkan rasa manis yang khas. Ketika dipanggang, gula alaminya semakin keluar sehingga aromanya menjadi lebih harum dan teksturnya terasa lembut.
Selain lezat, ubi jalar juga dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat. Varietas berwarna oranye mengandung beta-karoten yang tinggi, sedangkan ubi ungu mengandung antosianin, pigmen alami yang juga berperan sebagai antioksidan. Tidak heran jika ubi jalar menjadi pilihan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bernilai gizi tinggi. Inilah bagian yang paling sering menimbulkan kebingungan. Meski sama-sama berwarna ungu, ube bukanlah ubi jalar ungu. Ube merupakan sejenis purple yam, yaitu umbi dari kelompok yam yang berbeda dengan ubi jalar.
Perbedaan ini dapat langsung terlihat dari warnanya. Daging ube memiliki warna ungu yang jauh lebih pekat dan intens. Setelah diolah pun, warna tersebut tetap cantik sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada berbagai makanan penutup. Namun, bukan hanya warnanya yang membuat ube istimewa.
Umbi ini memiliki aroma yang khas, lembut, dengan sedikit sentuhan rasa vanila dan kacang. Karakter inilah yang membuat ube begitu populer di Filipina, negara yang telah lama menjadikannya sebagai bahan utama berbagai hidangan penutup, seperti selai ube, es krim, roti, hingga aneka kue. Belakangan, popularitas ube juga menyebar ke berbagai negara.
Warna ungunya yang menarik membuat banyak pencinta kuliner penasaran untuk mencobanya. Jika ube sering disalahartikan sebagai ubi, maka taro sering disalahpahami karena warnanya. Banyak orang mengenal taro dari minuman berwarna ungu muda yang dijual di berbagai kedai minuman.
Padahal, umbi taro asli tidak memiliki warna ungu cerah. Taro sebenarnya berasal dari tanaman talas. Daging umbinya berwarna putih hingga krem dengan bintik-bintik ungu kecil. Warna ungu yang sering kita lihat pada minuman taro umumnya berasal dari pewarna atau perisa tambahan agar tampilannya lebih menarik.
Dari segi rasa, taro juga berbeda. Rasanya lebih lembut, sedikit gurih, dengan aroma yang mengingatkan pada kacang. Teksturnya cenderung halus dan sedikit lengket setelah dimasak, sehingga cocok digunakan dalam sup, bubur, kue, maupun berbagai makanan penutup.
Kesalahpahaman ini sebenarnya cukup mudah dipahami. Pertama, ketiganya sama-sama merupakan umbi yang tumbuh di dalam tanah. Kedua, ube dan sebagian varietas ubi jalar sama-sama memiliki warna ungu. Ketiga, produk-produk modern sering menggunakan warna ungu sebagai identitas rasa, termasuk pada minuman taro yang sebenarnya tidak berwarna ungu alami.
Akibatnya, banyak orang mengira semua makanan atau minuman berwarna ungu berasal dari bahan yang sama. Padahal, jika diperhatikan lebih saksama, masing-masing memiliki karakter yang sangat berbeda.
Ubi jalar menawarkan rasa manis yang familiar. Ube menghadirkan aroma khas dengan warna ungu yang lebih pekat. Sementara taro memiliki cita rasa yang lebih gurih dan tekstur yang berbeda dari keduanya. Cara paling mudah mengingatnya adalah dengan melihat asal dan karakter rasanya.
Ubi adalah ubi jalar yang sehari-hari kita konsumsi dengan rasa manis alami. Ube merupakan purple yam yang terkenal karena warna ungu pekat dan aromanya yang khas. Sementara taro berasal dari tanaman talas dengan rasa yang lebih gurih serta warna alami yang cenderung putih atau krem, bukan ungu terang seperti yang sering terlihat pada minuman kekinian.
Kini, saat melihat menu ube latte, taro milk tea, atau membeli ubi ungu di pasar, Anda tidak perlu lagi bingung membedakannya. Meski sama-sama termasuk umbi, ketiganya memiliki identitas, cita rasa, dan keistimewaan masing-masing yang membuat dunia kuliner semakin berwarna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....