Perhatikan Syarat Sterilisasi Kucing Demi Keselamatan dan Kesehatan Hewan
- 17 Jul 2026 07:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sterilisasi menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengendalikan populasi kucing sekaligus meningkatkan kesehatan hewan. Namun, tindakan ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar proses operasi berjalan aman dan tidak membahayakan kondisi kucing.
Hal tersebut disampaikan perwakilan Hopeless Animal Lovers (HAL) Malang, Nana, dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Selasa (14/07/2026). Menurutnya, usia dan kondisi kesehatan kucing menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum sterilisasi dilakukan.
"Kucing jantan umumnya sudah bisa disterilisasi mulai usia enam hingga tujuh bulan, sedangkan kucing betina sekitar lima hingga enam bulan. Namun, usia saja tidak cukup. Yang paling penting adalah memastikan kondisi tubuh kucing benar-benar sehat sehingga siap menjalani tindakan operasi," ujar Nana.
Ia menjelaskan bahwa sterilisasi merupakan prosedur bedah yang memerlukan kondisi fisik yang prima. Karena itu, kucing yang sedang mengalami gangguan kesehatan tidak dianjurkan menjalani operasi hingga benar-benar pulih.
Beberapa kondisi yang menjadi alasan penundaan sterilisasi antara lain demam, flu, diare, infeksi, maupun ketika kucing berada di lingkungan yang sedang terjadi wabah penyakit menular. Menurut Nana, memaksakan operasi pada kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi selama maupun setelah tindakan.
"Kalau kucing sedang sakit atau daya tahan tubuhnya menurun, sebaiknya sterilisasi ditunda terlebih dahulu. Keselamatan hewan harus menjadi prioritas karena operasi membutuhkan kondisi tubuh yang stabil agar proses penyembuhan berjalan dengan baik," jelasnya.
Sebelum operasi dilakukan, dokter hewan juga akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh, kondisi kelenjar, pernapasan, detak jantung, hingga memastikan kucing tidak mengalami stres yang dapat memengaruhi jalannya operasi.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan masalah kesehatan, dokter akan menyarankan penundaan sterilisasi sampai kondisi kucing dinyatakan pulih. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko selama proses pembiusan maupun tindakan pembedahan.
"Pemeriksaan awal sangat penting karena setiap kucing memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Dokter hewan akan memastikan semuanya aman sebelum operasi dilakukan. Jika ada indikasi gangguan kesehatan, tentu tindakan akan dijadwalkan ulang demi keselamatan kucing," kata Nana.
HAL Malang juga mengimbau para pemilik hewan peliharaan agar tidak terburu-buru atau memaksakan sterilisasi hanya karena mengejar jadwal tertentu. Penjadwalan ulang bukan berarti menghambat proses, melainkan menjadi langkah yang lebih bijaksana untuk menjamin keberhasilan tindakan medis.
Melalui edukasi tersebut, HAL Malang berharap semakin banyak pemilik kucing memahami bahwa sterilisasi bukan sekadar prosedur untuk mengendalikan populasi, tetapi juga tindakan medis yang harus dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan memenuhi seluruh persyaratan kesehatan sebelum operasi, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan kucing dapat kembali beraktivitas dengan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....