5 Cara Melindungi Jantung dari Udara Buruk
- 16 Jul 2026 20:22 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Layaknya air minum yang bersih, udara yang kita hirup setiap hari adalah fondasi penting bagi kesehatan. Tanpa kita sadari, ribuan liter udara masuk ke dalam tubuh setiap harinya.
Jika udara tersebut tercemar, dampaknya dapat langsung terasa, mulai dari iritasi ringan pada mata dan tenggorokan hingga risiko penyakit yang lebih serius. Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup.
Lalu bagaimana cara menjaga Kesehatan dari pengaruh udara buruk? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Saat cuaca buruk tenggorokan mulai terasa tidak nyaman, dan aplikasi kualitas udara juga menunjukkan warna merah. Kondisi demikian tidak hanya berdampak terhadap kesehatan paru-paru, namun juga pada jantung dan pembuluh darah.
Partikel sangat halus dari polusi dapat masuk jauh ke paru-paru, memicu peradangan, lalu mempengaruhi pembuluh darah, dan WHO mengkaitkan polisi udara luar dengan penyakit jantung dan stroke. Jadi, udara yang kotor bukan sekedar masalah batuk, beberapa hal yang bisa dilakukan saat udara buruk :
1. Cek kualitas udara sebelum olahraga di luar. Bisa menggunakan aplikasi atau kunjungi website, jangan menilai hanya dari langit, udara yang terlihat cerah belum tentu partikelnya rendah. Kalau indeksnya buruk, maka pindahkan olahraga ke dalam ruangan atau pilih waktu yang lebih aman.
2. Kurangi aktivitas berat dekat jalan raya yang padat. Saat berlari atau bersepeda kencang, nafas jadi lebih dalam. Artinya, udara yang masuk juga jauh lebih banyak. Olahraga tetap penting, tapi lokasinya jangan seperti sedang latihan di belakang knalpot bus.
3. Gunakan masker dengan filtrasi baik dan terpasang rapat ketika paparan itu sulit dihindari. Masker yang longgar di bawah hidung lebih banyak berfungsi sebagai aksesori dagu daripada perlindungan.
4. Jaga udara di dalam rumah. Tutup jendela ketika kualitas udara luar sangat buruk.
Hindari asap rokok dan pertimbangkan untuk menyaring udara bila memang diperlukan. Jangan berusaha menghindari polisi di luar, tapi di ruang tamu ada orang yang merokok. Nah, itu sama halnya seperti mengepel sambil terus menumpahkan minyak.
5. Kelompok berisiko itu harus lebih waspada, seperti orang dengan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, riwayat stroke, lansia, dan ibu hamil. Obat rutin tetap diminum sesuai petunjuk. Jangan merubah dosis hanya karena udaranya sedang buruk.
Paparan 1 hari itu tidak akan otomatis membuat semua orang sakit, namun risiko jangka panjangnya akan meningkat ketika kadar polusi itu tinggi, paparannya berlangsung lama dan aktivitas berat dilakukan di luar. Sementara kondisi tubuh itu memang rentan, kalau setelah terpapar muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak yang tidak biasa, pusing, berat, lemas, mendadak, atau jantung berdebar, berkepanjangan, maka jangan nunggu udaranya membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis.
Kita mungkin tidak bisa mengendalikan kualitas udara satu kota hari ini, tapi kita bisa mengurangi dosis paparan yang masuk ke tubuh kita. Cek udaranya, pilih waktunya, pilih tempatnya, gunakan perlindungan, dan dengarkan tubuh Anda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....