Waspada Bediding, dr. Nindya Shinta Bagikan Cara Sehat Hadapi Hidung Buntu

  • 15 Jul 2026 02:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Fenomena bediding atau masa transisi suhu dari musim hujan ke musim kemarau yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai daerah, termasuk Jember, sering kali memicu berbagai keluhan kesehatan, di mana salah satu yang paling umum dikeluhkan masyarakat adalah hidung tersumbat. Menyikapi hal tersebut, dr. Nindya Shinta R, Sp.THT-BKL, hadir dalam program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Jember pada 10 Juli 2026 untuk mengupas tuntas persoalan yang kerap dianggap sepele namun sangat mengganggu aktivitas ini.

Dokter Nindya menjelaskan bahwa hidung tersumbat sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan alarm atau mekanisme pertahanan alami tubuh. Saat udara di sekitar terasa dingin, hidung melakukan adaptasi fisiologis dengan cara melebarkan pembuluh darah di jaringan dalam hidung yang disebut konka.

"Tujuannya adalah untuk menghangatkan udara yang kita hirup agar suhunya sesuai dengan suhu tubuh sebelum sampai ke paru-paru. Efek samping dari pelebaran pembuluh darah ini adalah pembengkakan jaringan, itulah yang membuat napas terasa sesak atau buntu," jelas dr. Nindya saat memaparkan proses tersebut.

Selain faktor cuaca, dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher ini menambahkan bahwa hidung tersumbat juga bisa bersifat patologis atau akibat penyakit lain seperti infeksi virus, paparan alergen, polip, hingga deviasi septum. Bagi mereka yang mengalami keluhan ringan dan sementara, dr. Nindya menyarankan penanganan mandiri yang bijak, seperti mencukupi hidrasi dengan air hangat serta menjaga kebersihan lingkungan dari debu dan asap. Ia juga menekankan penggunaan nasal spray berbahan saline atau air laut sebagai langkah yang aman untuk membilas hidung sehari-hari.

Namun, ia memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak gegabah dalam menangani keluhan ini. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan namun berbahaya adalah meniup ingus terlalu keras, yang berisiko memecahkan pembuluh darah atau memicu tekanan berlebih pada saluran telinga hingga menyebabkan nyeri.

"Hidung buntu adalah alarm. Jika sudah disertai gejala lain yang menetap, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter spesialis THT untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat agar kualitas hidup Anda tetap terjaga," tegas dr. Nindya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat segera mencari bantuan medis jika hidung tersumbat tidak kunjung membaik setelah tiga hari pengobatan mandiri, bersifat permanen, atau disertai dengan gejala lain seperti mimisan, ingus berbau, nyeri wajah, hingga gangguan pendengaran. Melalui pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak sembarangan dalam mengonsumsi obat-obatan bebas tanpa anjuran yang tepat, sehingga kesehatan saluran pernapasan tetap terjaga di tengah fluktuasi cuaca yang tidak menentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....