Waspadai "Phone Body", saat Gawai Mulai Mengubah Bentuk Tubuh

  • 14 Jul 2026 09:26 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Kesehatan
  • Gawai

RRI.CO.ID, Jember: Kebiasaan menggunakan ponsel selama berjam-jam ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mengubah kondisi fisik tubuh. Fenomena ini dikenal sebagai "phone body", yaitu berbagai perubahan pada tubuh akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Dalam artikel BBC Future (1-6-2026) berjudul Is Your Tech Giving You Phone Body?, dijelaskan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang dapat memengaruhi postur tubuh, kekuatan otot, kemampuan motorik, hingga kesehatan mata.

Salah satu dampak yang paling umum adalah nyeri leher akibat posisi kepala yang terus menunduk ketika menatap layar. Menurut ahli biomekanika Professor Michael Gyi dari Loughborough University, posisi tersebut meningkatkan beban pada tulang belakang. "Semakin jauh kepala bergerak ke depan, semakin besar beban yang harus ditahan oleh otot dan sendi leher," ujar Gyi.

Selain menyebabkan gangguan pada leher, penggunaan layar dalam waktu lama juga dikaitkan dengan meningkatnya kasus rabun jauh (myopia). Para peneliti menilai mata manusia sebenarnya dirancang untuk lebih sering melihat objek yang berada pada jarak jauh, bukan terus-menerus fokus pada layar yang dekat.

Dampak lain yang mulai menjadi perhatian adalah menurunnya kekuatan genggaman tangan serta munculnya gangguan pada tendon akibat aktivitas menggulir layar (scrolling) dan mengetik secara berulang.

Ahli fisioterapi tangan Professor Peter Malliaras dari Monash University mengatakan bahwa tubuh manusia sebenarnya mampu beradaptasi dengan penggunaan ponsel, namun masalah muncul ketika aktivitas tersebut dilakukan secara berlebihan. "Tubuh kita sangat pandai beradaptasi dengan beban. Masalahnya muncul ketika beban yang diberikan melebihi kapasitas jaringan tubuh untuk beradaptasi," jelas Malliaras.

Meski demikian, para pakar menegaskan kondisi tersebut masih dapat dicegah. Mereka menyarankan masyarakat menjaga posisi layar sejajar dengan mata, menerapkan aturan 20-20-20 untuk mengistirahatkan mata, serta rutin bergerak dan berolahraga agar otot tetap kuat.

Malliaras juga mengingatkan bahwa solusi terbaik bukan menghentikan penggunaan teknologi, melainkan menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik. "Gerakan adalah obat. Tubuh kita memang dirancang untuk bergerak," tegasnya.

Para ahli berharap meningkatnya kesadaran mengenai fenomena phone body dapat mendorong masyarakat menggunakan perangkat digital secara lebih bijak, sehingga manfaat teknologi tetap dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan tubuh

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....