Racun di Udara Mengintai Kesehatan Sperma Pria
- 09 Jul 2026 08:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Polusi udara perkotaan kini dilaporkan tidak hanya merusak sistem pernapasan manusia tetapi juga
mengancam kualitas genetika sperma pria. Temuan terbaru dari para peneliti kesehatan Eropa menunjukkan adanya
kerusakan molekuler akibat paparan gas beracun secara terus menerus.
Dikutip dari laman Popsci, studi berskala sangat besar selama empat tahun ini melibatkan lebih dari dua ribu pria di wilayah Utah,
Amerika. Para sukarelawan memberikan sampel semen secara berkala demi mendeteksi setiap perubahan zat kimia
pada struktur molekul genetika mereka.
Penelitian difokuskan pada proses metilasi asam deoksiribonukleat yang bertugas untuk mengatur aktivitas
genetik tanpa mengubah urutan kode aslinya. Perubahan kimiawi tersebut terbukti nyata mengganggu pembentukan
kromosom utama serta menghambat seluruh proses pemeliharaan sel reproduksi pria dewasa.
Tim ahli mengukur perkiraan paparan polutan luar ruangan selama tiga bulan yang merupakan siklus sangat
penting produksi sperma. Zat berbahaya dipantau ketat meliputi senyawa nitrogen dioksida serta partikel halus
yang biasa melayang bebas di lingkungan atmosfer.
Gas ozon berbahaya dan nitrogen dioksida dinilai menjadi jenis polutan paling berpengaruh karena selalu
bersumber dari emisi kendaraan. Kedua senyawa beracun tersebut kerap kali ditemukan dalam kadar sangat tinggi
pada wilayah urban yang padat aktivitas industri.
Ilmuwan kesehatan lingkungan, Carrie Nobles, menegaskan bahwa paparan udara buruk pada fase krusial dapat
mengubah metilasi genetika reproduksi. Perubahan fatal ini diyakini sangat mampu memengaruhi tahap
perkembangan awal embrio dan menurunkan tingkat kesuburan pasangan usia subur.
Riset tersebut berhasil mengidentifikasi tiga puluh sembilan perubahan metilasi khususnya pada jenis gen
yang mengatur pertumbuhan janin manusia. Kondisi buruk ini memicu kekhawatiran besar bahwa lingkungan
hidup sang ayah dapat nyata memengaruhi kesehatan calon anak mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....