Apoteker Ingatkan Masyarakat Pahami Kekuatan Obat dan Dosis Penggunaan
- 08 Jul 2026 09:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Mengenali dan memahami jenis obat, kekuatan sediaan, serta dosis penggunaan masih perlu terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukasi. Penyuluhan sederhana dinilai lebih efektif agar masyarakat memahami penggunaan obat secara benar tanpa harus mempelajari materi yang terlalu rumit.
“Edukasi dasar dapat dimulai dengan mengenalkan golongan obat serta perbedaan antara kekuatan sediaan dan dosis. Kedua istilah tersebut masih sering disalahartikan sehingga berpotensi menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat sehari-hari. Kekuatan obat merupakan kadar zat aktif yang terdapat dalam setiap sediaan obat, misalnya parasetamol berkekuatan 500 miligram. Sementara itu, dosis adalah jumlah obat yang dibutuhkan seseorang untuk menghasilkan efek terapi sesuai kondisi tubuhnya,” kata apt. Renny Dwi, S.Farm., MMRS - Apoteker Penanggung Jawab Apotek Rejosari Farma, Selasa (07/07/2026).
| Baca juga: Swamedikasi Harus Dilakukan Secara Bijak |
Penentuan dosis tidak hanya melihat angka yang tertera pada kemasan obat, tetapi mempertimbangkan usia, berat badan, dan kondisi kesehatan pasien. Karena itu, dua orang dengan keluhan serupa belum tentu membutuhkan dosis yang sama meskipun menggunakan jenis obat identik.
“Sebagai contoh, tablet parasetamol berkekuatan 500 miligram dapat diberikan penuh kepada orang dewasa sesuai kebutuhan terapinya. Namun, anak berusia sepuluh tahun mungkin hanya membutuhkan dosis 250 miligram sehingga tablet harus dibagi menjadi dua bagian. Informasi mengenai aturan penggunaan obat umumnya telah dicantumkan pada kemasan agar masyarakat dapat menggunakannya dengan benar. Untuk anak berusia di bawah dua tahun, penentuan dosis bahkan lebih banyak didasarkan pada berat badan dibandingkan usia,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diperlukan ketika memberikan obat berbentuk sirup kepada anak karena konsentrasi setiap produk dapat berbeda. Ada sirup parasetamol berkadar 125 miligram per lima mililiter, sedangkan produk lain mengandung 250 miligram per lima mililiter.
“Perbedaan konsentrasi tersebut membuat volume obat yang diminum tidak selalu sama meskipun nama obatnya identik. Oleh sebab itu, orang tua harus membaca label kemasan dengan teliti sebelum memberikan obat kepada anak di rumah. Selain sirup, terdapat pula sediaan tetes atau drop yang memiliki konsentrasi lebih tinggi dengan takaran penggunaan sangat kecil. Masyarakat diimbau berkonsultasi kepada apoteker apabila masih ragu menentukan dosis agar penggunaan obat tetap aman, tepat, dan efektif,” pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....